Jakarta (ANTARA) - Travel content creator dan digital entrepreneur Rizaldo Arif Akbar mengajak masyarakat memandang paspor tidak hanya sebagai dokumen perjalanan, tetapi juga sebagai sarana belajar untuk mengenal budaya, memperluas wawasan, dan memahami kehidupan di berbagai negara.
Rizaldo Arif Akbar di Jakarta mengatakan, perjalanan ke luar negeri memberikan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar mengunjungi destinasi wisata karena wisatawan dapat mempelajari cara hidup masyarakat, sistem transportasi, hingga kebiasaan yang berbeda dengan Indonesia.
"Banyak orang menganggap paspor hanya digunakan untuk liburan. Padahal, setiap cap yang ada di dalam paspor menyimpan pengalaman, pelajaran, dan cerita yang membentuk cara kita memandang dunia," katanya.
Menurut dia, meningkatnya akses informasi melalui platform digital turut mendorong semakin banyak masyarakat Indonesia tertarik melakukan perjalanan ke luar negeri. Beragam informasi mengenai destinasi, transportasi, hingga persyaratan perjalanan kini dapat diperoleh dengan lebih mudah.
Melalui akun TikTok @rizaldo.kangasep, Rizaldo membagikan konten yang tidak hanya menampilkan keindahan destinasi, tetapi juga memberikan informasi mengenai budaya lokal, etika saat berkunjung, serta berbagai pengalaman yang dapat menjadi referensi bagi calon wisatawan.
Ia menilai kualitas sebuah perjalanan tidak diukur dari banyaknya negara yang dikunjungi, melainkan dari pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di negara tujuan.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memahami aturan yang berlaku di negara tujuan, menghormati budaya setempat, hingga menjaga sikap selama berada di luar negeri.
"Ketika berada di luar negeri, kita secara tidak langsung membawa nama Indonesia. Sikap yang baik akan meninggalkan kesan positif dan menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia mampu menghargai perbedaan budaya," ujarnya.
Rizaldo berharap semakin banyak generasi muda menjadikan perjalanan sebagai bagian dari proses belajar sepanjang hayat. Menurut dia, pengalaman melihat kehidupan di berbagai negara secara langsung dapat memperluas perspektif sekaligus menumbuhkan penghargaan terhadap keberagaman.
"Perjalanan bukan tentang mengumpulkan cap di paspor, tetapi tentang mengumpulkan pengalaman yang bisa mengubah cara kita berpikir. Semakin banyak kita belajar dari dunia, semakin banyak pula hal yang bisa kita bawa pulang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Rizaldo.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.