Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, melibatkan koperasi sebagai agregator untuk mendukung pengembangan Kota Bogor sebagai kota gastronomi sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis usaha bersama.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Kota Bogor, Senin, menyebutkan koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat usaha masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal tersebut juga ia sosialisasikan langsung kepada para pengurus koperasi dalam kegiatan bertajuk Bangkitkan Ekonomi Rakyat Bersama Koperasi yang diselenggarakan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor di D'Karamba Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (4/7).
"Pemerintah Kota Bogor memandang koperasi bukan hanya sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. Karena itu kami terus mendorong terciptanya koperasi yang sehat, profesional, transparan, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," kata Dedie.
Menurut dia, penguatan koperasi menjadi bagian dari upaya membangkitkan ekonomi rakyat di tengah berbagai tantangan ekonomi, sekaligus membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dedie juga menilai momentum Hari Koperasi ke-79 menjadi kesempatan untuk memperkuat gerakan koperasi, terlebih dengan hadirnya program Koperasi Merah Putih yang diharapkan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
"Ini momentum untuk terus menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Dalam sejarah perjalanan koperasi, saat ini di Indonesia ada yang namanya Koperasi Merah Putih yang ke depan juga akan menciptakan peluang-peluang baru. Dan ini kesempatan bagi ekonomi kerakyatan untuk terus tumbuh dan berkembang maju," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan pihaknya siap mendukung program pengembangan Kota Bogor sebagai kota gastronomi melalui penguatan peran koperasi.
Menurut Ade, koperasi akan berperan sebagai agregator yang menghubungkan berbagai kebutuhan rantai pasok sehingga sebagian kebutuhan sektor gastronomi dapat dipenuhi melalui koperasi.
"Kita akan buatkan hulunya, yaitu dengan memerankan diri koperasi sebagai agregator di tengah. Jadi seluruh kebutuhan itu nanti yang minimal sekian puluh persen terpenuhi lewat koperasi," katanya.
Selain itu, Dekopinda Kota Bogor juga menyiapkan sejumlah inovasi digital, di antaranya Learning Management System (LMS), pengembangan situs web, podcast, serta Sistem Manajemen Akuntansi Berbasis Excel (Si Maxcel) untuk mempermudah tata kelola koperasi.
Ia menambahkan, koperasi saat ini tidak lagi identik dengan kegiatan simpan pinjam, tetapi menjadi wadah membangun semangat gotong royong dan kekeluargaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.