Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong berlangsung dari hati ke hati dan berorientasi ke depan guna mengantisipasi berbagai tantangan masa depan.

"Kita telah melakukan pertemuan intensif dan sangat produktif. Dari hati ke hati, terbuka dan berorientasi ke depan. Kita sepakat kalau ada salah paham atau salah persepsi, kita akan selesaikan sebagai sahabat dengan terbuka," kata Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Menurut Presiden, keterbukaan antarpemimpin negara menjadi pilar utama dalam mendeteksi sekaligus meluruskan adanya potensi salah persepsi di tingkat taktis maupun strategis.

Sifat hubungan yang matang ini tercermin dari komitmen kedua negara untuk mengedepankan jalur dialog dan diplomasi dalam merespons dinamika situasi di tingkat regional maupun global.

Baca juga: Presiden Prabowo terima PM Singapura dalam rangka pertemuan Leaders' Retreat
Baca juga: Prabowo: Kunjungan Presiden Belarus perkuat persahabatan RI

Prabowo menyatakan kesepakatan tersebut melambangkan kedewasaan hubungan diplomatik kedua negara yang dibangun berlandaskan rasa saling percaya yang tinggi.

"Leaders Retreat menunjukkan kematangan kepercayaan dan nilai strategis hubungan Indonesia dan Singapura," kata Prabowo menjelaskan hasil evaluasi pertemuan bilateral tahunan tertinggi antara Indonesia dan Singapura tersebut.

Kematangan hubungan ini juga diwujudkan melalui kesamaan pandangan dalam pengelolaan koridor maritim strategis, salah satunya terkait aspek keamanan dan navigasi bebas di wilayah Selat Malaka.

Indonesia dan Singapura sepakat mempertahankan Selat Malaka dari risiko polusi, kecelakaan laut, hingga ancaman perompakan, dengan terus berkoordinasi bersama Malaysia dan Thailand.

Pengelolaan jalur pelayaran internasional tersebut dipastikan tetap mengacu pada ketentuan hukum laut internasional atau UNCLOS 1982 agar kawasannya tetap terbuka dan aman diakses semua pihak.



Pewarta: Aditya Ramadhan, Fathur Rochman
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026