Jakarta (ANTARA) - Pelaku usaha di sektor transaksi aset gim digital mendorong penguatan legalitas sebagai upaya meningkatkan keamanan transaksi sekaligus melindungi konsumen di tengah pesatnya perkembangan industri gim dan olahraga elektronik (esports) di Indonesia.
Pendiri Tokovalorant sekaligus Direktur CV Game Digital Indonesia, Aldo Handrian dalam keterangannya, Senin, mengatakan layanan transaksi aset gim seperti jual beli akun, penyewaan akun, jasa joki, hingga pengisian saldo masih kerap dipandang negatif karena tingginya risiko penipuan dan belum adanya standar transaksi yang memadai.
"Karena itu kami memilih menjalankan usaha di bawah badan hukum agar seluruh operasional dan transaksi dapat berjalan lebih transparan serta meningkatkan kepercayaan konsumen," kata Aldo dalam keterangannya.
Menurut dia, legalitas menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem transaksi aset gim yang lebih profesional seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang beraktivitas di industri gim digital.
Aldo menjelaskan Tokovalorant mulai beroperasi di bawah naungan CV Game Digital Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun sistem transaksi yang lebih terstruktur dan akuntabel.
Untuk memperkuat kepercayaan pasar, perusahaan juga menggandeng atlet esports profesional dari tim Alter Ego, Rayvaldo Chandra atau "ray4c", sebagai duta merek. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kredibilitas layanan di kalangan komunitas gim.
Selain mengembangkan layanan transaksi aset gim, perusahaan juga memperluas usahanya ke sejumlah lini bisnis digital, di antaranya Pointgo, Pointgamers, Nexura, Hidden Game, serta agensi publikasi Vixral.
Aldo menuturkan pengembangan bisnis tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya saat mengalami kerugian investasi saham dan aset kripto pada masa pandemi COVID-19 ketika masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Untuk memulai usaha, ia mengaku menjual sejumlah perangkat gim miliknya sebagai modal awal sebelum membangun bisnis transaksi aset digital yang kini melayani pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia.
Ke depan, Aldo berharap semakin banyak pelaku industri yang mengedepankan tata kelola usaha dan legalitas sehingga transaksi aset gim dapat berkembang menjadi ekosistem digital yang lebih aman, profesional, dan memberikan manfaat bagi konsumen maupun industri gim nasional.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.