Jakarta (ANTARA) - Universitas Indonesia menghadirkan inovasi edukasi pola hidup bersih sehat (PHBS) berbasis budaya melalui permainan ular tangga berbahasa Sunda dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Empowering Children's Health Literacy in Indigenous Community.
Ketua Klaster Riset Ethno-Nursing and Cultural Care Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia Prof Enie Novieastari mengatakan program yang berlangsung pada 12–13 Juni 2026 di Kampung Parakanceuri, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat itu melibatkan mahasiswa internasional dari sembilan negara untuk belajar dan berkolaborasi bersama masyarakat adat dalam meningkatkan literasi kesehatan anak.
"Setiap kotak pada papan permainan memuat pesan-pesan kesehatan yang disampaikan menggunakan bahasa Sunda, sehingga anak-anak dapat belajar melalui bahasa yang akrab dengan kehidupan sehari-hari mereka," kata Enie yang memimpin program tersebut saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Dia menjelaskan, penggunaan media berbasis budaya merupakan bagian dari pendekatan ethno-nursing dan cultural care yang dikembangkan FIK UI. Menurut dia, pesan kesehatan akan lebih efektif dan mudah diterima ketika disampaikan melalui media yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Baca juga: Doktor UI teliti aspal alam Buton-limbah oli bekas
Baca juga: Mahasiswa UI raih dua penghargaan internasional
Melalui permainan tersebut, ujarnya, anak-anak diajak memahami dan mempraktikkan enam langkah cuci tangan sesuai standar Kementerian Kesehatan dan World Health Organization (WHO), cara menyikat gigi yang benar, pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, serta belajar Bahasa Inggris dengan mahasiswa asing.
"Permainan ular tangga berbahasa Sunda menjadi salah satu cara untuk mengintegrasikan promosi kesehatan dengan pelestarian budaya lokal. Di saat yang sama, mahasiswa internasional juga belajar bahwa budaya merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan," katanya.
Pewarta: Mecca Yumna Ning PrisieUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.