Jakarta (ANTARA) - Dyputu Studio memperluas bisnis dokumentasi dengan menggarap pasar fotografi pelajar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) seiring meningkatnya permintaan layanan dokumentasi sekolah dan perguruan tinggi.
Pendiri Dyputu Studio, Sulung Soekarno Putra atau Putra Barel dalam keterangannya, Sabtu, mengatakan ekspansi tersebut dilakukan setelah perusahaan yang berdiri pada Januari 2023 mencatat pertumbuhan permintaan dari ratusan sekolah dan universitas di kawasan Jabodetabek.
"Kami menyadari bahwa untuk bisa menangani dokumentasi acara dari ratusan sekolah dan kampus, skala industri rumahan harus diubah menjadi sistem operasional yang terstruktur melalui tata kelola perusahaan yang baik dan ketersediaan sumber daya manusia yang terlatih," kata Putra Barel.
Ia menjelaskan Dyputu Studio memulai usaha dari sebuah rumah di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, sebelum memperluas operasional hingga memiliki empat cabang layanan.
Ekspansi tersebut juga berdampak pada penyerapan puluhan tenaga kerja lokal untuk mendukung operasional perusahaan, termasuk di cabang pelayanan terbaru di Jalan Walet, Tambun Selatan.
Menurut Putra Barel, meningkatnya kebutuhan dokumentasi kegiatan sekolah dan kampus mendorong perusahaan menghadirkan konsep studio foto mandiri yang memungkinkan pengguna mengoperasikan kamera melalui perangkat kendali jarak jauh.
Selain menyediakan layanan dokumentasi, perusahaan menggratiskan penggunaan berbagai aksesori fotografi bagi pelanggan serta membuka layanan penyewaan kostum untuk mendukung kebutuhan acara bertema di lingkungan pendidikan.
"Pendekatan kami bertumpu pada efisiensi ruang, di mana para peserta acara bisa mengoperasikan rana kamera sendiri lewat perangkat pengendali jarak jauh sehingga hasil tangkapan lensa tetap tajam dan ekspresi mereka terekam secara natural," ujarnya.
Untuk menjaga daya saing, Dyputu Studio juga melakukan pembaruan peralatan secara berkala, termasuk sistem kamera dan mesin cetak, serta mulai mengintegrasikan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI) guna mempercepat proses pencetakan foto pada kegiatan berskala besar.
"Tuntutan pasar ke depannya akan berpusat pada integrasi perangkat lunak pencetakan yang lebih cepat, sehingga kami meremajakan sistem kamera serta mesin cetak secara periodik agar aliran antrean pada acara berskala besar tetap tertangani dengan efisien," kata Putra Barel.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.