Banjarbaru (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan 843 bank pakan di 34 provinsi sebagai salah satu strategi menjaga ketersediaan pakan ternak melalui penguatan cadangan hijauan dalam bentuk silase dan hay di tingkat kelompok peternak untuk menghadapi El Nino.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan RI Agung Suganda mengatakan keberadaan bank pakan menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan pakan terutama saat terjadi penurunan produksi hijauan di musim kering.
“Bank pakan saat ini sudah ada 843 unit di 34 provinsi, tujuannya menghasilkan hijauan pakan ternak yang lebih tahan lama, baik dalam bentuk fermentasi atau silase maupun dalam bentuk kering atau hay,” ujar Agung dalam paparannya di hadapan Komisi IV DPR RI dalam rangka mitigasi El Nino di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat.
Baca juga: Konsep OW Bank Inovasi Mahasiswa IPB Raih Juara
Ia menjelaskan penguatan bank pakan dilakukan dengan mendorong peternak mengolah hijauan menjadi pakan awetan yang dapat disimpan lebih lama sehingga tetap tersedia ketika kebutuhan pakan meningkat atau pasokan rumput di lapangan berkurang.
“Pengelolaan bank pakan juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan usaha peternakan agar tidak terlalu terdampak fluktuasi ketersediaan pakan akibat perubahan kondisi iklim dan musim,” katanya.
Selain sebagai cadangan pakan, ia berharap keberadaan bank pakan dapat memperkuat kemampuan kelompok peternak dalam mengelola sumber daya pakan secara lebih mandiri dan berkelanjutan di daerah.
Kementerian Pertanian juga mendorong integrasi bank pakan dengan pengembangan hijauan pakan tahan kekeringan serta dukungan layanan kesehatan hewan untuk menjaga produktivitas ternak tetap stabil.
“Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan subsektor peternakan nasional melalui sistem penyediaan pakan yang lebih terkelola dan adaptif di tingkat daerah,” ujar Agung.
Pewarta: Tumpal Andani AritonangUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.