Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, melibatkan 40 warga sekitar dalam pembangunan Jembatan Paledang-Pasir Jaya sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat meninjau pembangunan jembatan di RW 12, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kamis, mengatakan pembangunan jembatan sepanjang 48 meter tersebut berjalan sesuai rencana dan telah memasuki tahap pengecoran pondasi.

"Ikhtiar panjang Pemerintah Kota Bogor hari ini sudah mulai terwujud. Pembangunan jembatan berjalan dengan progres yang positif. Saat ini progresnya sudah lebih dari 4 persen dengan target penyelesaian selama 26 minggu," kata Jenal.

Ia mengatakan jembatan yang menghubungkan RW 12 Kelurahan Pasir Jaya dengan Kampung Lebak Sari RW 03 Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, memiliki peran penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat.

Baca juga: Jembatan Paledang-Pasir Jaya dikerjakan mulai akhir Mei 2026

Menurut dia, selain memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga, pemerintah juga meminta pelaksana proyek memberdayakan masyarakat sekitar selama proses pembangunan.

"Kurang lebih 40 warga direkrut secara bergantian sesuai kebutuhan pekerjaan. Saat kebutuhan tenaga kerja meningkat, semuanya akan dilibatkan. Saya juga meminta pihak ketiga memanfaatkan kantin maupun warung makan di sekitar lokasi agar masyarakat turut merasakan manfaat ekonomi dari pembangunan ini," ujarnya.

Jenal menambahkan aspirasi warga terkait petugas keamanan, portal jembatan, serta pengaturan jam operasional akan dibahas lebih lanjut bersama masyarakat setelah pembangunan berlangsung.

Ia memastikan akses jembatan tetap dapat digunakan untuk kepentingan darurat, seperti membawa warga yang sakit atau meninggal dunia.

Baca juga: DPRD Bogor kawal pembangunan Jembatan Garuda tepat sasaran dan berdampak bagi warga

Pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sekitar Rp2,7 miliar melalui proses lelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), dengan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor sebagai perangkat daerah pelaksana.

Jenal mengatakan pemerintah terus mengedepankan transparansi kepada masyarakat mengingat pembangunan jembatan tersebut sempat menghadapi berbagai dinamika dan penolakan dari sebagian warga.

"Ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Tidak ada alasan teknis maupun yuridis ketika akses masyarakat sangat penting dan strategis. Tugas kami adalah mencari solusi," katanya.

Ia berharap pembangunan Jembatan Paledang-Pasir Jaya dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus menjadi pendorong aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026