Depok (ANTARA) - Transformasi digital di industri tekstil dan garment Indonesia terus berkembang seiring hadirnya berbagai inovasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Pemanfaatan teknologi menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi produksi, akurasi pengukuran, serta daya saing industri nasional di tengah tuntutan pasar yang semakin tinggi.

Salah satu inovasi itu hadir melalui kolaborasi Wong Hang Bersaudara dan Aksadigitex yang memperkenalkan AI Smart Measurement, aplikasi pengukuran tubuh berbasis AI yang diperkenalkan dalam rangkaian HUT Bhayangkara 2026.

Perwakilan Wong Hang Bersaudara, Samuel Wongso dalam keterangannya, Kamis mengatakan AI Smart Measurement dikembangkan untuk menjawab kebutuhan industri terhadap proses pengambilan ukuran pakaian lebih cepat, akurat, dan efisien dibandingkan dengan metode konvensional.

"Teknologi ini kami kembangkan untuk menghadirkan proses pengukuran tubuh lebih presisi dan konsisten melalui pemanfaatan kecerdasan buatan. Harapannya, proses produksi pakaian dapat jadi lebih efisien dan meningkatkan kualitas hasil akhir," ujar Samuel Wongso.

Teknologi tersebut tampil atas dukungan Divisi Logistik Polri sebagai bagian dari implementasi transformasi digital pada sektor perlengkapan dan industri garment nasional.

Menurutnya, pengembangan AI Smart Measurement merupakan hasil riset yang berlangsung dalam waktu cukup panjang. Pengalaman Wong Hang Bersaudara sebagai rumah jahit dan produsen pakaian sejak 1933 menjadi fondasi utama dalam membangun algoritma pengukuran berbasis AI.

Samuel menjelaskan pemahaman mengenai proporsi tubuh manusia yang diperoleh selama puluhan tahun dipadukan dengan kemampuan pengolahan data digital yang dikembangkan bersama Aksadigitex. Melalui berbagai tahapan uji coba dan penyempurnaan, teknologi tersebut dirancang untuk menghasilkan ukuran tubuh dengan tingkat akurasi tinggi.

"Kami tak hanya mengembangkan aplikasi, tetapi juga mentransformasikan pengalaman puluhan tahun di industri garment ke dalam sistem berbasis artificial intelligence agar mampu memberikan hasil pengukuran lebih presisi," katanya.

Inovasi tersebut turut mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto, yang meninjau langsung AI Smart Measurement saat mengunjungi Pameran Logistik Polri dalam rangkaian HUT Bhayangkara 2026.

Pada kesempatan itu, Samuel memaparkan secara langsung latar belakang pengembangan teknologi, cara kerja sistem, hingga potensi penerapannya dalam mendukung transformasi digital industri tekstil dan garment nasional.

Menurut Samuel, perhatian yang diberikan Presiden jadi dorongan bagi pelaku industri teknologi dalam negeri untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan sektor manufaktur Indonesia.

"Respons positif yang kami terima jadi motivasi terus mengembangkan teknologi karya anak bangsa agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi industri nasional," ujarnya.

Ia menambahkan AI Smart Measurement memiliki potensi untuk diterapkan tidak hanya pada industri garment komersial, tapi juga dalam pengadaan seragam berbagai institusi yang membutuhkan proses pengukuran massal dengan tingkat akurasi tinggi.

Ke depan, Wong Hang Bersaudara bersama Aksadigitex terus mengembangkan implementasi AI Smart Measurement agar dapat dimanfaatkan lebih luas pada berbagai sektor yang membutuhkan layanan pengukuran pakaian berbasis teknologi.

"Kami berharap AI Smart Measurement dapat menjadi salah satu tonggak transformasi digital industri tekstil Indonesia sekaligus memperkuat daya saing inovasi dan teknologi karya anak bangsa di tingkat nasional maupun global," pungkas Samuel.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026