Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong seluruh mahasiswa di Indonesia untuk mematangkan minat di bidang penelitian melalui Program Magang BRIN, guna mencetak talenta periset yang berdaya saing di panggung global.
Direktur Manajemen Talenta BRIN Ajeng Arum Sari dalam kegiatan sosialisasi Program Magang BRIN 2026 di Jakarta, Kamis, menyampaikan aktivitas riset memberikan ruang tak terbatas bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan kemampuan intelektualnya.
"Ketika kita menjadi peneliti, kita akan bisa mengaktualisasikan kemampuan intelektual kita, kemudian juga kita bisa memilah karier kita sampai jenjang peneliti utama, misalnya sampai menjadi profesor riset," kata Ajeng Arum Sari.
Ajeng memaparkan tiga alasan utama mengapa mahasiswa harus memulai langkah risetnya di BRIN. Pertama, ketersediaan infrastruktur yang sangat komprehensif, mulai dari fasilitas riset luar angkasa hingga fasilitas bawah tanah, yang bernaung di bawah 12 organisasi riset dan 87 pusat riset.
Baca juga: Peneliti BRIN sebut tanaman aren berpotensi menjadi sumber bioetanol nasional
Kedua dan ketiga adalah jaminan pembiayaan riset serta ketersediaan pakar sebagai mentor. Menurutnya, peserta magang tidak perlu pusing memikirkan biaya penelitian karena hal tersebut sepenuhnya akan difasilitasi dan menjadi tanggung jawab peneliti pembimbing dari BRIN.
Lebih lanjut ia menekankan magang merupakan pintu gerbang dari pembibitan manajemen talenta nasional yang terintegrasi. Setelah menyelesaikan enam bulan masa magang, mahasiswa didorong untuk langsung menyambungnya dengan riset tugas akhir guna mengakselerasi kelulusan dari kampus.
Bagi mereka yang memilih jalur karier peneliti, BRIN juga telah menyiapkan ekosistem lanjutan, mulai dari kompetisi riset, beasiswa pascasarjana (Degree by Research), beasiswa doktor talenta riset, hingga program post-doctoral yang dapat bermuara pada status Aparatur Sipil Negara (ASN) BRIN.
Diketahui, Program Magang BRIN merupakan kegiatan pembimbingan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, perilaku, dan sikap kerja mahasiswa, sekaligus membangun cara berpikir kritis dalam mendalami metode riset di dunia kerja.
Baca juga: BRIN kembangkan teknologi dari bakteri ungu jadi sumber listrik
Program pembibitan talenta ini terbagi menjadi dua skema utama, yakni Magang Riset dan Non-Riset yang berdurasi enam bulan dengan penyetaraan setara 20 SKS, serta Magang Riset Tugas Akhir yang durasinya berkisar antara 1 hingga 12 bulan menyesuaikan tingkat penyelesaian riset mahasiswa.
Syarat utama untuk mendaftar program ini adalah mahasiswa harus berstatus aktif dari jenjang D4/S1 pada program studi terakreditasi dan namanya tercatat secara resmi di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.
Khusus untuk pendaftar skema Magang Riset dan Non-Riset, batas kepesertaan diberlakukan hanya bagi mahasiswa yang menduduki semester enam hingga maksimal semester delapan, dengan melampirkan sejumlah dokumen seperti proposal magang, surat pengantar dari kampus, dan salinan kartu asuransi kesehatan atau BPJS.
Sebagai catatan penting bagi calon pendaftar, BRIN menegaskan pihaknya tidak memberikan uang saku maupun fasilitas akomodasi apapun kepada para peserta magang.
Baca juga: BRIN kembangkan material baru untuk produksi hidrogen bersih
Walaupun demikian, setiap peserta dipastikan memperoleh hak penuh untuk mengakses peralatan kerja yang disediakan, mendapatkan bimbingan intensif dari pakar, serta menerima sertifikat resmi apabila berhasil menyelesaikan program secara bertanggung jawab.
Berdasarkan linimasa penyelenggaraan semester ganjil tahun 2026/2027, pendaftaran Program Magang BRIN mulai dibuka pada 2 hingga 17 Juli 2026.
Setelah merampungkan tahapan seleksi administrasi dan seleksi substansi, nama-nama peserta yang berhak lolos akan diumumkan pada 5 Agustus 2026, untuk kemudian diterjunkan melaksanakan magang mulai 18 Agustus 2026 hingga 11 Januari 2027 mendatang.
Pewarta: Sean Filo MuhamadUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.