Jakarta (ANTARA) - Pengelola Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan menyebutkan seekor rusa yang dipelihara di kawasan itu lepas saat petugas membuka kandang untuk memberi pakan.
"Ada petugas mau ngasih makan, pintu baru mau dibuka salah satu rusa nerobos lebih cepat langsung lari," kata penjaga TMP Kalibata, Sumardi saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Sumardi mengatakan peristiwa itu terjadi saat petugas membuka pintu kandang untuk memberi makan rusa. Namun, salah satu rusa berlari lebih cepat dan langsung keluar dari kandang.
Dia memastikan hanya satu ekor rusa yang keluar hingga mencapai jalan raya.
Baca juga: Menjaga kelestarian rusa timor untuk masa depan konservasi
Meski sempat ada beberapa rusa yang bergerak keluar dari kandang, petugas segera menggiringnya kembali.
"Yang sampai ke jalan raya hanya satu," ujarnya.
Menurut Sumardi, rusa yang dipelihara di TMP Kalibata terdiri atas dua jenis, yakni rusa tutul dan rusa berwarna cokelat polos.
Ia menyebut jumlah rusa di kawasan tersebut saat ini sekira 22 ekor. Populasi itu bertambah setelah dua anak rusa lahir sekitar dua pekan lalu.
"Jumlahnya sekitar 22 ekor. Dua minggu lalu ada yang beranak, tambah dua," kata dia.
Baca juga: Pemkab Sukamara lepas liarkan rusa sambar di kawasan SM Lamandau cegah kepunahan
Sumardi menambahkan puluhan rusa telah dipelihara di TMP Kalibata sejak 2008. Awalnya, kawasan itu menerima sepasang rusa yang berasal dari Istana Bogor.
Sebelumnya, seekor rusa terlihat berlari di ruas jalan kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, sebagaimana terekam dalam video amatir warga yang kemudian beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, rusa tampak berlarian di antara kendaraan yang melintas di jalan yang cukup ramai sehingga menarik perhatian para pengguna jalan dan warga sekitar.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Selasa (30/6). Belakangan, diketahui satwa tersebut merupakan salah satu rusa yang lepas dari kandang di area TMP Kalibata.
Pewarta: Luthfia Miranda PutriUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.