Jakarta (ANTARA) - Green Building Council Indonesia (GBCI) mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penerapan bangunan hijau yang tangguh terhadap perubahan iklim sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan kota di Indonesia.
Ketua Umum GBCI Ignesjz Kemalawarta dalam Annual Community Gathering 2026 di Jakarta, Kamis, mengatakan tantangan perubahan iklim tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak sehingga membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat.
"Membangun ketahanan iklim membutuhkan kolaborasi yang kuat. Pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi untuk menghadirkan bangunan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan," kata Ignesjz.
Ia mengatakan melalui Annual Community Gathering 2026 bertema Building Forward: Accelerating Green Buildings for Climate Resilient Indonesia, GBCI berupaya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan agar kolaborasi tersebut berkembang menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi kota dan masyarakat.
Menurut dia, sektor bangunan memiliki peran penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Selain berkontribusi terhadap emisi karbon, bangunan juga harus mampu melindungi masyarakat melalui desain, konstruksi, dan pengelolaan yang lebih berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, GBCI menghadirkan diskusi bertajuk Climate Resilient Buildings for Climate Resilient Cities yang membahas berbagai pendekatan untuk meningkatkan ketahanan bangunan terhadap risiko perubahan iklim.
Diskusi menghadirkan Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Iwan Kurniawan, Technical Specialist International Finance Corporation (IFC) Erlyana Anggita Sari, serta Country Managing Director Global Building Performance Network (GBPN) Farida Lasida.
Para narasumber menyoroti pentingnya integrasi kebijakan pemerintah, penerapan standar internasional, serta praktik terbaik dalam meningkatkan ketahanan bangunan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan iklim perkotaan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Komunikasi dan Kemitraan GBCI Wiza Hidayat memaparkan agenda strategis organisasi sepanjang 2026 yang berfokus pada penguatan kapasitas, perluasan kolaborasi lintas sektor, dan percepatan penerapan bangunan hijau di Indonesia.
Salah satu agenda tersebut adalah penyelenggaraan Indonesia Green Building Festival pada September 2026 dalam rangka mendukung World Green Building Week sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan penguatan kolaborasi para pemangku kepentingan.
GBCI juga menerapkan prinsip green event dalam penyelenggaraan Annual Community Gathering 2026 dengan menghitung emisi karbon yang dihasilkan dari perjalanan peserta menuju lokasi acara dan mengimbanginya melalui program carbon offset.
Menurut GBCI, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk menerapkan prinsip keberlanjutan tidak hanya melalui program kerja, tetapi juga dalam pelaksanaan kegiatan.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.