Yogyakarta (ANTARA) - Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah Operasi II Pantai Baron meminta wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) agar mewaspadai sengatan ubur-ubur menyusul sejumlah kasus yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Surisdiyanto, di Gunungkidul, Rabu, mengatakan ubur-ubur atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai impes mulai bermunculan di sejumlah pantai Gunungkidul dan telah menyebabkan beberapa wisatawan tersengat.
"Hari ini ada 10 wisatawan tersengat ubur-ubur di kawasan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul," katanya.
Selain di Pantai Sepanjang, Surisdiyanto mengatakan sebanyak delapan wisatawan juga dilaporkan mengalami sengatan ubur-ubur di kawasan pantai Gunungkidul beberapa hari sebelumnya.
Baca juga: Berenang bersama ubur-ubur langka tidak menyengat di Danau Kakaban
Menurut dia, sebagian besar korban merupakan anak-anak karena tertarik dengan bentuk ubur-ubur yang unik, menyerupai balon kecil dengan tentakel berwarna biru.
"Ada yang dibuat mainan, sehingga tersengat, lebih baik dihindari," katanya.
Ia menjelaskan fenomena kemunculan ubur-ubur di kawasan pantai Gunungkidul merupakan kejadian yang kerap terjadi saat memasuki musim kemarau.
Ubur-ubur tersebut, lanjut dia, biasanya terdampar di bibir pantai akibat terbawa arus dan ombak.
"Kemarau seperti ini memang lagi musimnya, jadi kami setiap pagi patroli untuk membersihkan yang terdampar di pantai," katanya.
Surisdiyanto mengimbau wisatawan agar tetap waspada dan tidak panik apabila mengalami sengatan ubur-ubur.
Baca juga: 92 orang wisatawan jadi korban sengatan ubur-ubur di objek wisata laut Sukabumi
Ia menjelaskan penanganan awal yang dapat dilakukan ialah membersihkan bagian tubuh yang tersengat menggunakan air bersih, kemudian segera menuju pos SAR terdekat.
"Bisa langsung dibersihkan dengan air bersih atau segera langsung ke pos SAR terdekat," ujarnya.
Ia menambahkan personel SRI saat ini meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan sosialisasi kepada wisatawan agar terhindar dari sengatan ubur-ubur, terutama pada masa libur sekolah.
"Apalagi saat ini sedang ramai kunjungan ke pantai, harus ekstra untuk pengawasan," katanya.
Sementara itu, Koordinator SRI Wilayah Operasi II Pantai Baron Marjono mengatakan ubur-ubur telah muncul di sejumlah pantai, mulai dari Pantai Sepanjang, Kukup, hingga Sundak dalam beberapa pekan terakhir.
"Fenomena tahunan, munculnya Juni hingga pertengahan September biasanya, atau saat musim kemarau seperti saat ini," katanya.
Menurut Marjono intensitas kemunculan ubur-ubur dipengaruhi arah ombak dan angin.
Meski demikian, wisatawan tetap aman berkunjung ke kawasan pantai selama mematuhi imbauan petugas yang berjaga.
"Ada sekitar 60 personel untuk keamanan wisatawan di kawasan Baron dan sekitarnya hingga kawasan Bukit Paralayang saat musim liburan," ujarnya.
Pewarta: Agung Dwi PrakosoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.