Depok (ANTARA) - Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mempercepat agenda internasionalisasi melalui 10 program strategis yang menyentuh  bidang pendidikan, penelitian, kerja sama, mobilitas akademik, rekognisi global, hingga  pengembangan sarana prasarana.

Rektor UPNVJ, Prof. Anter Venus di Depok, Rabu mengatakan ini menjadi langkah penting  untuk membawa Kampus Bela Negara dari identitas lokal dan nasional menuju posisi yang lebih kompetitif di tingkat internasional.

UPNVJ menilai visi global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Melalui  akselerasi sejak 2023 hingga 2026, sejumlah target yang semula diproyeksikan matang pada 2026 mulai dicapai lebih awal.

Percepatan tersebut berjalan beriringan dengan  penguatan infrastruktur kampus, layanan digital, fasilitas pendukung pembelajaran, serta rencana pengembangan kawasan pendidikan dan layanan kesehatan terpadu di Tangerang.

Prof. Venus menjelaskan, internasionalisasi UPNVJ dibangun melalui empat tahapan, yakni preparing, engaging, enhancing, dan recognizing.

Tahap awal dilakukan dengan merekonseptualisasi visi universitas menjadi kampus yang unggul, berkualitas internasional, inovatif, berdaya saing, dan beridentitas bela negara untuk pembangunan masyarakat Indonesia.

“Karena kita berada di sentrum Indonesia, di pusat budaya, pusat kekuasaan, dan pusat rujukan pendidikan, maka visi UPNVJ tidak bisa sekadar bersifat lokal atau nasional. Visi kita harus global,” ujar Prof. Venus.

Menurutnya, langkah tersebut memang tidak mudah bagi UPNVJ yang baru berstatus  perguruan tinggi negeri sejak 2014 dan mulai beroperasi efektif pada 2015.

Namun, usia kelembagaan yang relatif muda tidak menjadi hambatan untuk bergerak lebih cepat.

UPNVJ justru melihat sumber daya, posisi geografis, dan jejaring kelembagaan sebagai modal untuk mengejar target internasionalisasi secara lebih terukur.
Pondasi penguatan mutu mulai dibangun sejak 2022 melalui rekognisi FERCAP untuk Komisi Etik serta sertifikasi ISO sebagai dasar tata kelola organisasi yang lebih terstandar.

Dari pondasi tersebut, UPNVJ memperluas langkah menuju kurikulum  internasional, akreditasi internasional, pemeringkatan global, kerja sama akademik lintas  negara, serta penguatan ekosistem riset.

Sepuluh program internasionalisasi UPNVJ mencakup akreditasi internasional, pemeringkatan internasional, program adjunct professor, pendanaan internasional, publikasi ilmiah internasional, student exchange, kerja sama internasional, penerimaan  mahasiswa internasional, jurnal terakreditasi internasional, serta kelas internasional melalui skema double degree dan joint degree.

Di bidang standar mutu dan rekognisi, UPNVJ mencatat perkembangan signifikan melalui akreditasi internasional sejumlah program studi.

Proses ini dimulai dari FIBAA pada 2023, berlanjut pada akreditasi penuh pada 2024, kemudian diperluas melalui  ASIIN pada 2025, IABEE untuk Fakultas Teknik, serta IAHE untuk Fakultas Kedokteran.

Hingga kini, 18 program studi atau sekitar 40 persen dari total program studi di UPNVJ  telah masuk dalam capaian akreditasi internasional.

Akselerasi tersebut menjadi penanda bahwa tahapan internasionalisasi tidak berjalan secara linear, tetapi saling bertaut dan dapat dicapai lebih cepat. Target yang semula dirancang bertahap hingga 2026 mulai dicicil sejak 2023 dan menunjukkan hasil nyata pada 2024 hingga 2026.

“Kita sebetulnya menargetkan seluruh program ini benar-benar mencapai performa pada 2026. Namun, faktanya beberapa capaian sudah mulai terlihat sejak 2023 dan 2024. Ini menunjukkan bahwa organisasi bergerak lebih cepat daripada jadwal awal,” kata  Prof. Venus. 



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026