Bogor (ANTARA) - Siapa lagi pelatih tim nasional peserta Piala Dunia 2026 yang akan mundur? 

Jawabannya diperkirakan akan semakin panjang dalam beberapa hari ke depan seiring hasil yang diraih tim peserta, atau hasil evaluasi perfomance tim di fase grup. 

Pengunduran diri pelatih yang merasa gagal membawa timnya meraih target atau bahkan dipecat federasi sepak bola negaranya karena gagal adalah hal biasa dan kerap terjadi di ajang piala dunia atau ajang turnamen atau kompetisi lainnya. 

Hasil akhir yang kurang bagus, atau kegagalan target adalah alasan paling pas dan paling legawa bagi seorang pelatih untuk mengundurkan diri. 

Sepertihalnya di Piala Dunia 2026 ini yang baru memasuki babak 32 besar, sudah ada sejumlah pelatih yang mundur, termasuk yang gagal di babak 32 yang mundur. 

Pelatih yang mundur karena gagal meraih hasil terbaik di fase grup yakni Sabri Lamouchi (Tunisia), Steve Clarke (Skotlandia), Miroslav Koubek  (Ceko), Marcelo Bielsa (Uruguay), 
 
Sedangkan pelatih yang mundur setelah gagal di babak 32 besar adalah Hong Myung-bo (Korea Selatan), Sebastian Beccacece (Equador) dan Ronald Koeman (Belanda).

Pengunduran diri seorang pelatih karena gagal meraih target sebagai bentuk pertanggungjawaban profesi. 

Namun ada juga yang kontraknya berakhir hingga akhir Piala Dunia 2026. 

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 masih separuh jalan, masih ada babak berikutnya 16 besar, perempat final, semifinal dan final yang akan menyajikan drama perhelatan sepak bola terakbar ini. 

(Dari berbagai sumber)



Pewarta: Pewarta BPJ
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026