Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinles) Kabupaten Tangerang, Banten, melaporkan sebanyak 154 jiwa warga di wilayahnya tersebut terkena gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang diduga akibat dampak asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk.
"Yang sudah kita periksa sejak Selasa malam (30/6) lebih kurang 154 orang. Mayoritas itu penyakit ISPA," kata Kadinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi di Tangerang, Rabu.
Ia mengatakan, dari total 154 jiwa yang teridentifikasi iritasi saluran pernafasan ini mayoritasnya merupakan kelompok ibu hamil dan balita. Dimana, katanya, mereka saat ini telah dilakukan penanganan medis untuk pemulihan fisiknya.
Ia mengaku, terhadap temuan ratusan jiwa yang terdampak ISPA ini satu pasien diantaranya dilakukan perawatan intensif dengan dirujuk ke rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat.
"Ada satu kasus yaitu ibu hamil kita rujuk ke RSUD untuk dilakukan penanganan," ujarnya.
Baca juga: Tangerang tetapkan status tanggap darurat akibat kebakaran TPA Jatiwaringin
Hendra juga bilang, melihat situasi kedaruratan ini, pihaknya telah menerjunkan 25 petugas medis yang tergabung dalam tim kesehatan melalui unit Puskesmas di tiga wilayah yang mencakup Kecamatan Rajeg, Mauk dan Sukadiri.
Selain itu, pemerintah daerah Kabupaten Tangerang telah membuka lima posko terpadu untuk layanan kesehatan.
"Sudah membuka empat posko dan satu pos siaga. Empat posko itu tiga posko ada di Kecamatan Rajeg, kemudian satu poskonya ada di Kecamatan Sukadiri, kemudian pos siaganya ada di sini, di TPA Jatiwaringin, Mauk," jelasnya.
Dalam hal ini, Dinas Kesehatan juga tengah melakukan mitigasi dan antisipasi terhadap perluasan penyebaran asap pembakaran TPA Jatiwaringin.
"Jadi semua Puskesmas kita sudah buat kewaspadaan agar jika terjadi bencana asapnya sampai ke daerah mereka, mereka harus sudah siap siaga menyiapkan masker. Hari ini saya perintahkan tim dari Dinas Kesehatan menambah stok masker untuk Puskesmas-Puskesmas yang kita perkiraan terdampak," kata dia.
Baca juga: BNPB kerahkan helikopter pengebom air untuk padamkan kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Kedeputian Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu pagi melakukan monitoring kebakaran yang masih terjadi dan berpotensi meluas.
Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan jajaran segera menuju lokasi guna melakukan asesmen lanjutan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan memperkuat upaya pemadaman.
Berdasarkan hasil asesmen sementara di lapangan, proses pemadaman mengalami kendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar.
Selain itu, titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau oleh petugas. Kondisi tersebut diperparah dengan embusan angin yang cukup kencang serta cuaca panas yang menyebabkan api cepat menjalar ke berbagai arah.
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, ia menginstruksikan pengerahan helikopter pengebom air guna mendukung operasi pemadaman dari udara.
"Kita datangkan dua helikopter water bombing (pengebom air) dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," katanya.
Selain itu, upaya pemadaman di darat terus dilakukan dengan mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran berasal dari berbagai instansi.
Petugas memfokuskan pemadaman pada area yang dapat dijangkau untuk menahan laju penyebaran api.
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.