Kota Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menugaskan pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik mempercepat penataan pedagang kaki lima (PKL) dan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai program prioritas Pemerintah Kota Bogor.
"Untuk Satpol PP, masyarakat punya harapan besar bagaimana penanganan PKL dan bagaimana menjaga ketertiban," kata Dedie saat pelantikan di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa.
Adapun dua pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Pupung sebagai Kepala Satpol PP Kota Bogor dan Rudy Mashudi sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.
Menurut dia, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor yang baru harus memprioritaskan penataan PKL dan menjaga ketertiban umum di ruang-ruang publik.
"Pak Pupung sebelumnya sudah beberapa bulan menjalankan tugas sebagai Plt. Kasatpol PP, sehingga sekarang saya berharap beliau dapat melaksanakan tugas dengan sepenuh hati dan tidak perlu ragu lagi, karena kewenangannya sudah penuh," katanya.
Dedie mengatakan pengisian dua jabatan strategis tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan publik dan pelaksanaan program prioritas pemerintah daerah berjalan optimal.
Ia menjelaskan penataan PKL akan difokuskan di sejumlah ruang publik, antara lain Alun-alun Kota Bogor, Lapangan Sempur, Taman Heulang, dan lokasi publik lainnya.
Sementara itu, kepada Kepala DLH yang baru, Dedie menugaskan Rudy Mashudi melanjutkan pembangunan dua proyek PSEL yang telah dirintis pemerintah daerah.
"Untuk DLH, kemarin sudah dirintis dua PSEL oleh Pak Deni Wismanto. Sekarang tugasnya adalah melanjutkan dan mewujudkannya. Tanggal 8 Juli nanti akan ada groundbreaking dan proses ini harus dikawal dengan baik," ujarnya.
Menurut Dedie, pembangunan PSEL harus dibarengi peningkatan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumber melalui penerapan prinsip mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang (3R).
Selain melantik dua kepala perangkat daerah, Pemerintah Kota Bogor juga melantik Rudiyana sebagai staf ahli, empat pejabat fungsional, dan dua kepala sekolah.
Dedie menambahkan pengisian jabatan yang masih kosong akan dilakukan setelah proses uji kompetensi dan rekomendasi selesai. Pelantikan berikutnya diperkirakan berlangsung dalam satu hingga dua pekan mendatang, sedangkan jabatan yang belum terisi masih dijabat oleh pelaksana tugas.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.