Subang (ANTARA) - Puluhan petani di Desa Rawamekar, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, bergotong-royong memperbaiki pintu irigasi Tarum Timur untuk mengatasi berkurangnya pasokan air untuk mengairi areal sawah mereka.
Salah seorang petani, Sanudin, di Subang, Selasa mengatakan kurangnya pasokan air untuk mengairi areal sawahnya di daerahnya sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
Kekurangan pasokan air ini membuat lahan areal sawah yang telah dibajak mengeras kembali akibat kekeringan. Bahkan sebagian bibit padi yang telah disemai tidak dapat ditanam dan mulai mati karena tidak memperoleh pasokan air yang cukup.
Ia menyebutkan, kondisi tersebut perlu segera ditangani agar proses tanam tidak mengalami keterlambatan yang dapat berdampak terhadap produktivitas pertanian di wilayah Blanakan.
Mereka berharap pemerintah melalui dinas terkait segera mengambil langkah untuk menormalkan distribusi air irigasi, sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi selama musim kemarau.
Akibat kekurangan pasokan air, pada Senin ini para petani mendatangi pintu irigasi utama di wilayah Subseksi Pengamat Air Ciberes, Patokbeusi. Hal itu dilakukan untuk mengatasi berkurangnya pasokan air yang mengancam ratusan hektare sawah pada awal musim kemarau.
Para petani secara bergotong royong meninggikan muka air dengan mengganjal pintu Irigasi Tarum Timur menggunakan balok kayu agar debit air yang mengalir ke areal persawahan di Desa Rawamekar meningkat.
Berkurangnya pasokan air membuat sejumlah lahan pertanian mulai mengering. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat musim tanam dan meningkatkan risiko gagal tanam jika distribusi air tidak segera kembali normal.
Usai melakukan penyesuaian pada pintu irigasi, para petani mendatangi Kantor Pengamat Subseksi Ciberes untuk menyampaikan keluhan terkait minimnya aliran air.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.