Bogor (ANTARA) - Tiga gol "injury time" telah memakan korban di tiga pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 atau fase gugur sekaligus menjadi penentu nasib tim kuat kalah secara dramatis.
Tim pencetak gol injury time itu akhirnya menjadi pemenang dengan elegan, yang kalah harus gagal melaju ke babak 16 besar dan harus angkat koper dengan kecewa mendalam.
Dalam dua hari babak 32 besar Piala Dunia 2026, Senin (29/6) dan Selasa (30/6/2026) terjadi tiga gol injury time yang menentukan laju sebuah tim.
Pada Senin (29/6/2026), tuan rumah Kanada menang dan lolos ke babak 16 besar setelah menang 1-0 atas Afrika Selatan melalui gol di injury time menit ke-90+2.
Tim kedua yang lolos di dengan gol injury time adalah Brasil. Kekuatan sepak bola dari Amerika Selatan itu menang 2-1 atas wakil Asia Jepang.
Bermain imbang 1-1 hingga menit ke-90, namun Dewi Fortuna berfihak ke Brasil setelah Gabriel Martineli mencetak gol pada menit ke-90+6.
Gol itu membuat Jepang yang tampil bagus tak mampu mengejar di sisa waktu yang sempit, dan harus gagal ke 16 besar.
Nasib dramatis dialami Belanda, yang hingga menit ke-90 unggul 1-0 dari Maroko. Namun di injury time tepatnya menit ke-90+1 Issa Diop membuat kedudukan jadi imbang sehingga harus ditentukan dengan waktu tambahan, dan puncaknya ditentukan adu penalti.
Belanda pun harus mengakui keunggulan Maroko di adu penalti setelah kalah 2-3. Maroko melaju ke babak 16 besar, dan Belanda harus mengubur ambisinya menjuarai Piala Dunia 2026.
Dari tiga momen gol injury time itu menunjukkan betapa gol tersebut lebih "membunuh" dengan menyisakan kekecewaan mendalam.
Akankah gol injury time menambah korban tim unggulan lainnya?
Kita tunggu karena masih ada 12 pertandingan lagi pada babak 32 besar yang akan dimainkan hingga 4 Juli 2026.
Pewarta: Pewarta BPJEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.