Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengganti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang dengan "pelican crossing" untuk memudahkan pejalan kaki sekaligus meningkatkan keselamatan dan aksesibilitas di kawasan tersebut.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Kota Bogor, Senin, pembongkaran JPO di simpang Jalan Kapten Muslihat-Jalan Paledang-Jalan Mayor Oking telah dilakukan sejak Jumat (26/6) malam.

Dedie mengatakan pembongkaran dilakukan karena kondisi konstruksi JPO telah mengalami korosi dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Selain itu, keberadaan JPO dinilai menyulitkan pejalan kaki, terutama lansia, anak-anak, dan perempuan.

"Kondisinya sudah korosi, harus dibongkar. Selain itu juga selama ini mungkin kita tidak sadari masyarakat yang nyebrang ke sini ternyata membutuhkan usaha. Ibu-ibu, orang tua, anak-anak kesulitan karena sangat tinggi," katanya.

Menurut Dedie, setelah JPO dibongkar, fasilitas penyeberangan akan dialihkan ke pelican crossing atau zebra cross di permukaan jalan agar lebih mudah diakses masyarakat.

Pelican crossing (Pedestrian Light Controlled)  adalah fasilitas penyeberangan jalan setapak atau zebra cross yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas dan tombol pintar. Fasilitas ini memungkinkan pejalan kaki untuk menghentikan kendaraan dari kedua arah  secara aman  dengan menekan tombol khusus sebelum menyeberang.

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari penataan Kota Bogor yang mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.

"Jadi, ini bagian dari upaya kita menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang ramah terhadap pejalan kaki. Nanti sudah tidak ada lagi JPO, akan ada pelican crossing atau zebra cross yang menjadi fasilitas utama bagi masyarakat untuk menyeberang," ujarnya.

Dedie menambahkan perubahan itu juga bertujuan membangun budaya berlalu lintas yang lebih menghormati hak pejalan kaki.

"Kita membiasakan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk mengerem ketika ada orang yang menyeberang. Jadi, di situ ada nilai solidaritas kemanusiaan," katanya.

Pembongkaran JPO dikerjakan oleh PT Prisma Mitra dengan anggaran Rp329 juta dan ditargetkan selesai dalam satu bulan. Namun, struktur utama ditargetkan dapat dibongkar lebih cepat agar pekerjaan segera berlanjut ke tahap penataan penyeberangan.

"Ini akan kita coba percepat. Yang penting konstruksi utamanya malam ini sudah kita mulai digarap. Sling penopangnya itu mungkin bisa kita putus dulu supaya girder-nya yang di tengah ini bisa diturunkan dulu," kata Dedie.

Selama proses pembongkaran, Pemerintah Kota Bogor menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional pada pukul 23.00-04.00 WIB guna menjaga keselamatan pengguna jalan dan meminimalkan gangguan arus kendaraan.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026