Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memulai pembangunan dua dari sebelas rumah susun (rusun) yang sebelumnya dicanangkan dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Yang rusun 11 anggarannya dari APBD. Dan kita segera mulai dua rusun di awal,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di Jakarta Barat, Senin.
Kendati demikian, Pramono belum merinci lokasi pembangunan dua rusun tersebut.
Menurut Pramono, pembangunan rusun tersebut dilakukan untuk menambah rusun-rusun yang sudah ada di ibu kota.
Pihak Pemprov Jakarta juga bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) untuk membangun rusun tersebut.
Baca juga: Pemerintah cari rusun untuk relokasi warga asal TPU Kebon Nanas
Baca juga: Jakarta kaji relokasi warga di bantaran kali ke rusun
Baca juga: Rusun Sentra Mulya, kehadiran negara untuk rakyat prasejahtera
Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, mengatakan pembangunan sebelas rusun itu saat ini sedang dalam proses pengusulan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP).
“Besar harapan dapat didukung penuh melalui program tiga juta rumah sebagai portofolio bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah,” ujar Kelik.
Lokasi 11 rusun tersebut rencananya dibangun di wilayah Muara Angke, Marunda Cluster C, Rorotan IX, Cakung KM 2, Rusun Tongkol Tahap III, Marunda Cluster A, Marunda Cluster B, Semper Cakung Drain, Bojong Indah dan Daan Mogot KM 18.
"Sasaran penghunian rusunawa adalah masyarakat terprogram dan masyarakat umum sesuai Pergub 111 tahun 2024,” papar Kelik.
Pewarta: Lifia Mawaddah PutriUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.