Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) menjadi sarana menyiapkan generasi muda yang mandiri untuk menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

"Saya mengapresiasi Pondok Pesantren Gadingmangu yang secara konsisten menyelenggarakan Permata CAI sebagai ruang pembinaan generasi muda. Materi yang diberikan mulai dari wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, akhlakul karimah hingga kewirausahaan sangat baik untuk membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, dan berintegritas," kata Gibran saat membuka Permata CAI ke-47 di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin.

Menurut Gibran, Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada 2030-2045 ketika sekitar 80 persen penduduk berada pada usia produktif. Momentum tersebut, katanya, harus dimanfaatkan dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki daya saing dan jiwa kewirausahaan.

"Kita akan memasuki bonus demografi. Momentum ini hanya datang sekali dalam sejarah bangsa. Karena itu, anak-anak muda harus dipersiapkan sejak sekarang, salah satunya dengan membangun kemandirian melalui kewirausahaan," ujarnya.

Selain membuka perkemahan, Gibran meninjau pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Ia menilai pemanfaatan pemasaran digital yang dilakukan Al Qomar Bakery dapat menjadi contoh bagi pesantren lain dalam mengembangkan usaha.

"Produk yang baik harus didukung dengan pemasaran digital agar mampu berkembang dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren," katanya.

Wapres juga mengajak generasi muda menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menyaring informasi yang diterima di tengah perkembangan teknologi informasi.

"Sampaikan kepada masyarakat bahwa pembangunan sekarang tidak lagi Jawasentris, tetapi Indonesiasentris. Terus jaga persatuan, toleransi, jangan mudah terprovokasi, dan selalu saring informasi yang diterima. Tidak ada negara yang bisa maju tanpa persatuan," ujarnya.

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan pembinaan generasi unggul dimulai dari keluarga melalui pemenuhan gizi anak sejak dini, kemudian diperkuat oleh sekolah dan pondok pesantren.

Menurut dia, pembinaan tersebut diarahkan untuk mewujudkan Tri Sukses Generasi Penerus, yakni membentuk generasi yang berakhlak mulia, memiliki pemahaman agama yang kuat, dan mandiri.

Sementara itu, Ketua Panitia Permata CAI ke-47 Achmad Fawwaz mengatakan kegiatan yang diikuti sekitar 2.000 alumni dan santri Pondok Pesantren Gadingmangu itu berlangsung selama enam hari.

Ia mengatakan kegiatan meliputi pembinaan karakter, gelar budaya, kreativitas santri, wahana offroad dan ATV, serta bazar yang menghadirkan 115 stan UMKM. Panitia juga memperkirakan sekitar 50.000 pengunjung akan menghadiri kegiatan tersebut.

Selain itu, panitia menyalurkan 1.900 paket sembako kepada masyarakat prasejahtera di Kecamatan Wonosalam dan sekitarnya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026