Gorontalo (ANTARA) - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil menjadi instansi terbaik dalam pengelolaan aset Barang Milik Negara (BMN), dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).
Kepala Biro Keuangan, Kerjasama dan Umum (BKKU) UNG Arief Rachman Hakim Abdul di Gorontalo, Sabtu mengatakan pihaknya mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).
Apresiasi diberikan Kemenkeu RI melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Kanwil DJKN Suluttenggomalut) kepada UNG, melalui ajang pemberian apresiasi Bentenan Awards tahun 2026.
Ia mengatakan kampus kerakyatan UNG terpilih sebagai peringkat III instansi terbaik, atas kontribusi terhadap program Persertipikatan Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah tahun 2025, dengan kategori koordinator wilayah dengan target di atas 50 bidang tanah.
Baca juga: Universitas Negeri Gorontalo kukuhkan 700 lulusan terbaik dari berbagai bidang keilmuan
Baca juga: Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo lolos pendanaan program Innovillage 2025
Baca juga: Universitas Negeri Gorontalo berangkatkan tim medis bantu Aceh
"Kami menerima langsung penghargaan tersebut," kata Arief.
Menurutnya rasa syukur UNG atas keberhasilan tersebut.
Apresiasi ini bentuk pengakuan dari Kementerian, atas hasil kinerja serta kerja keras seluruh jajaran di UNG, yang senantiasa berkomitmen untuk memberikan yang terbaik terutama dalam hal pengelolaan aset BMN.
"Penghargaan ini menjadi bukti komitmen UNG dalam mengelola aset negara secara optimal, transparan dan akuntabel untuk mewujudkan birokrasi yang profesional serta pelayanan publik yang semakin baik," katanya.
Melalui gelaran Bentenan Awards 2026 ini, UNG berhasil mewujudkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berfokus pada keunggulan pelayanan akademik saja.
"UNG berhasil memegang teguh komitmen dalam mendukung transparansi dan keberlanjutan tata kelola aset milik negara," katanya.
Pewarta: Susanti SakoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.