Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Inovasi layanan 'Body, Mind and Soul Activated Leadership and Services' disingkat Bimasakti 5.0 mengantarkan RSUD Cabangbungin di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menuju smart hospital sekaligus upaya penguatan transformasi pada sektor pelayanan kesehatan.
"Inovasi ini juga sebagai upaya membangun budaya kerja yang sehat, inovatif, berintegritas serta berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat," kata Direktur RSUD Cabangbungin Erni Herdiani di Cikarang, Sabtu.
Ia memaparkan inovasi ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi menuju AI-Driven Smart Hospital Culture.
Bimasakti 5.0 dikembangkan untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin dinamis mengingat transformasi organisasi tidak cukup mengandalkan teknologi maupun sarana prasarana, melainkan juga harus dimulai dari perubahan budaya kerja pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Bimasakti 5.0 hadir untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, kompeten, berintegritas dan memiliki orientasi layanan yang kuat sehingga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat," katanya.
Inovasi ini mengintegrasikan tiga pilar utama yakni Body melalui program peningkatan kesehatan pegawai. Mind melalui penguatan kompetensi, inovasi serta pengembangan potensi pegawai dan Soul yakni membentuk karakter pelayanan yang mengedepankan integritas, empati serta budaya melayani.
Ketiga pilar tersebut dikelola secara terpadu melalui 'Bimasakti Management System' (BMS) yang bekerja dengan siklus perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi hingga perbaikan berkelanjutan atau Continuous Quality Improvement.
"Kami ingin membangun Smart Hospital Culture, di mana setiap pegawai tidak hanya profesional dalam bekerja tetapi juga memiliki semangat melayani, terus berinovasi dan menjaga integritas sebagai bagian dari budaya organisasi," katanya.
Melalui sistem tersebut, seluruh data mengenai kesehatan pegawai, kinerja, inovasi, disiplin hingga budaya integritas dikumpulkan dan diverifikasi sebelum diolah menjadi BMS Index yang terdiri atas Body 30 persen, Mind 40 persen dan Soul 30 persen.
Hasil pengukuran kemudian ditampilkan dalam dashboard digital sehingga pimpinan dapat melihat perkembangan individu, unit kerja maupun organisasi secara real time sebagai dasar penyusunan program pembinaan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat serta berbasis data.
Implementasi Bimasakti telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi. Berbagai indikator strategis menunjukkan tren positif di antaranya 'Bed Occupancy Rate' (BOR) meningkat hingga 116,59 persen serta Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 91 persen.
Selanjutnya pendapatan BLUD melonjak dari Rp1,43 miliar menjadi Rp15,5 miliar pada tahun 2025, sementara nilai asesmen zona integritas juga terus naik dari 85,64 menjadi 94,84.
Dirinya menyebut peningkatan tersebut mencerminkan semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Cabangbungin sekaligus efektivitas transformasi budaya kerja yang dijalankan.
"Keberhasilan ini bukan sekadar peningkatan angka kinerja, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh pegawai yang memiliki komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Bekasi," ucapnya.
Erni mengungkapkan pengembangan inovasi Bimasakti saat ini telah memasuki tahap lebih maju. Jika sebelumnya sistem berfungsi sebagai alat monitoring dan evaluasi, kini proses analisis data hingga penyusunan rekomendasi intervensi mulai memanfaatkan 'Artificial Intelligence' (AI) sehingga mampu menghasilkan keputusan yang lebih cepat, akurat sekaligus efisien.
"Sekarang tahapannya sudah lebih advance. Dalam melakukan analisa dan intervensi sudah memakai AI dengan mengedepankan prinsip efektif dan efisien," katanya.
Menurut dia pemanfaatan AI dipadukan dengan Big Data Analytics dan Decision Support System memungkinkan rumah sakit mendeteksi lebih dini berbagai permasalahan organisasi, menentukan prioritas pembinaan pegawai, memantau perkembangan kinerja secara real time hingga menyusun langkah perbaikan secara lebih tepat sasaran.
"Ketika Body sehat, Mind berkembang, dan Soul berintegritas, maka pelayanan publik semakin berkualitas, organisasi semakin kuat dan kepercayaan masyarakat terus meningkat. Itulah tujuan utama yang ingin kami wujudkan melalui Bimasakti," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.