Kota Bekasi (ANTARA) - Pemanfaatan tenaga kerja lokal pada proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi turut dibahas di China saat pemerintah daerah setempat mengunjungi fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) milik Wangneng Environment di Huzhou.

"Di China kami tidak hanya meninjau teknologi pengolahan sampah namun juga membahas isu terkait pemanfaatan tenaga kerja lokal kita pada proyek pembangunan PSEL," kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono di Bekasi, Minggu.

Ia menyatakan bahwa isu itu dibahas seusai meninjau fasilitas sampah milik Wangneng selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) yang telah ditetapkan dalam pembangunan PSEL di Kota Bekasi sekaligus membahas teknis persiapan pembangunan proyek strategis nasional tersebut.

Menurut dia, proyek strategis nasional tersebut harus memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Bekasi, terutama masyarakat di sekitar Bantargebang sebagai wujud keberpihakan terhadap masyarakat lokal.

"Saya ingin sejak proses pembangunan dimulai hingga nanti PSEL beroperasi, masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang, menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja," katanya.

Tri menegaskan, pembangunan proyek PSEL tidak hanya menghadirkan teknologi baru tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Bekasi.

"Kehadiran PSEL harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus menjadi sarana alih pengetahuan agar ke depan SDM kita mampu mengoperasikan fasilitas berteknologi tinggi ini secara mandiri," jelasnya.

Chairman Wangneng Environment Shan Chao menyampaikan bahwa pada tahap awal pembangunan, perusahaan memang akan menempatkan sejumlah tenaga ahli dari China untuk mendampingi proses konstruksi dan operasional awal.

Namun demikian, kehadiran tenaga ahli tersebut bersifat sementara dan difokuskan untuk melakukan transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal.

"Kami akan membawa tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan commissioning. Namun tujuan kami adalah melakukan transfer teknologi dan pengetahuan. Setelah proses itu selesai, operasional fasilitas akan dijalankan oleh tenaga kerja lokal yang telah kami latih sesuai standar Wangneng," Ujar Chao.

Komitmen Wangneng tersebut disambut positif oleh Tri Adhianto sebab banyak aspek yang dapat bermanfaat bagi kota Bekasi saat pembangunan PSEL.

"Ini yang kami harapkan. Teknologinya datang ke Bekasi, ilmunya juga tinggal di Bekasi. Jadi yang kita bangun bukan hanya fasilitasnya, tetapi juga SDM masyarakat Bekasi," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026