Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sistem Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 12,4 ton per hektare guna memperkuat swasembada pangan berkelanjutan.

Amran mengatakan dengan adanya sistem PM-AAS yang meningkatkan produktivitas padi hingga hampir tiga kali lipat maka akan memperkokoh swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

"Model yang dikembangkan ini mampu meningkatkan produktivitas padi hingga hampir tiga kali lipat, dari rata-rata sekitar 5–6 ton menjadi minimal 10 ton bahkan mencapai 12,4 ton per hektare," kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

PM-AAS merupakan hasil riset dan pengujian lapangan selama hampir dua tahun. Model itu memadukan pengalaman penerapan sistem jajar legowo di Indonesia dengan praktik budidaya modern yang dipelajari di Arkansas, Amerika Serikat, serta pemanfaatan teknologi pertanian presisi yang berkembang di China.

Baca juga: Kementan siapkan generasi muda sebagai penggerak pertanian modern Indonesia

"Setelah dua tahun kami melakukan penelitian dan pengujian di lapangan, saya semakin yakin metode ini mampu meningkatkan produksi secara signifikan. Targetnya minimal 10 ton per hektare, bahkan hasil uji lapangan sudah mencapai 12,4 ton per hektare," ungkap Mentan saat memimpin Rapat Koordinasi Perluasan Pelaksanaan PM-AAS secara hybrid.

Ia menambahkan PM-AAS dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni optimalisasi fotosintesis tanaman melalui pengaturan jarak tanam yaitu menggunakan sistem tanam 4:1 dan sistem tanam 6:1, peningkatan populasi tanaman secara berkesinambungan (continuous planting), serta penerapan pertanian yang presisi (precision agriculture) agar penggunaan input produksi menjadi lebih efisien.

"Kalau ini diterapkan dengan benar, biaya pupuk dan air bisa jauh lebih efisien. Input turun, tetapi hasil panen meningkat. Di situlah keuntungan petani akan naik," jelas Mentan.

Menurut dia, peningkatan produktivitas menjadi kunci menjaga swasembada beras secara berkelanjutan sekaligus mewujudkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

"Kalau jajar legowo memperbaiki fotosintesis, maka sistem kontinyu meningkatkan populasi tanaman. Populasi yang biasanya sekitar 300 ribu hingga 360 ribu rumpun per hektare bisa meningkat menjadi 800 ribu sampai satu juta rumpun. Dengan populasi hampir tiga kali lipat, produksinya juga sangat masuk akal meningkat hingga mendekati tiga kali lipat," jelasnya pula.

Baca juga: Mentan sebut transformasi pertanian ke modern sukseskan swasembada pangan



Pewarta: Muhammad Harianto
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026