Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Sebanyak 52 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bekasi terpilih mengikuti Program Naik Kelas tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat.

Peluncuran Program UMKM Naik Kelas tahun 2026 ditandai dengan ekspos produk-produk pelaku usaha yang telah menjalin kemitraan bisnis dengan PT Indomarco Prismatama dan PT Victory Retailindo di gedung Swatantra Wibawa Mukti, kompleks perkantoran Pemkab Bekasi.

Koordinator Pendamping UKM Jawa Barat Yusuf Junaedi di Cikarang, Kamis, menjelaskan UMKM naik kelas merupakan program pendampingan dari pemerintah provinsi di seluruh kabupaten maupun kota, dan di Kabupaten Bekasi ada 52 UMKM terpilih yang tergabung dalam program tersebut.

"Untuk Kabupaten Bekasi sendiri terdapat 52 UMKM yang telah kami seleksi dan kurasi. Jenis usahanya beragam, mulai dari makanan dan minuman, jasa, fesyen hingga kosmetik," katanya.

Yusuf menjelaskan peserta program itu akan mendapatkan pelatihan selama tiga bulan berturut-turut dan pendampingan selama empat bulan ke depan dengan melibatkan perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha serta mitra swasta untuk memperkuat kapasitas maupun pemasaran produk UMKM yang lebih luas.

 

Pelaku UMKM produk olahan ikan asal Kabupaten Bekasi mengikuti kegiatan peluncuran Program UMKM Naik Kelas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat di gedung Swatantra Wibawa Mukti, kompleks perkantoran Pemkab Bekasi, Kamis.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

 

Menurut dia, potensi UMKM di Kabupaten Bekasi sangat besar meski pada tahun ini pendampingan hanya difokuskan kepada 52 UMKM yang dinilai memiliki omzet, legalitas usaha serta visi pengembangan bisnis yang baik.

"UMKM yang mengikuti program ini, kami persyaratan minimal omzet Rp100 juta per tahun. Target kami dalam beberapa tahun ke depan, omzet mereka bisa meningkat hingga Rp2 miliar sehingga bisa didampingi secara intensif di tingkat provinsi," ujar dia.

Yusuf melanjutkan program itu juga menghadirkan pelatihan pemasaran digital melalui kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi dan perusahaan jasa logistik seperti JNE guna mendukung transformasi digital para pelaku UMKM.

"Kami berkolaborasi dengan kampus serta sponsor dari JNE. JNE menyediakan pelatihan berupa digital marketing. Sedangkan kampus sudah menyiapkan program pendampingan langsung ke UMKM," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi Hasan Basri mengatakan pelaku UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian daerah karena mampu bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Pemkab Bekasi menempatkan penguatan UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan untuk mewujudkan perekonomian yang semakin maju. Program UMKM Naik Kelas merupakan salah satu bentuk komitmen menghadirkan ekosistem usaha yang lebih kuat dan produktif.

"Melalui program ini, para pelaku UMKM akan didorong untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, memperoleh sertifikasi halal dan standardisasi produk, memperbaiki kemasan, memanfaatkan teknologi digital serta memperluas akses pasar," ujar dia.

Hasan menilai kegiatan kurasi kemitraan bisnis yang melibatkan jaringan ritel modern menjadi langkah strategis sekaligus pintu masuk bagi produk UMKM Kabupaten Bekasi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

"Melalui proses kurasi, para pelaku UMKM mendapatkan masukan mengenai kualitas produk, kemasan, standar keamanan pangan, konsistensi produksi serta berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk memasuki pasar ritel modern," katanya.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026