Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat mulai menata kawasan gerbang utara di Cimahpar setelah selesai penertiban pedagang kaki lima (PKL) liar di perbatasan daerah itu dengan Kabupaten Bogor.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Bogor, Rabu, mengatakan pembangunan tidak hanya difokuskan di pusat kota, tetapi juga mulai diarahkan ke kawasan perbatasan yang menjadi pintu masuk Kota Bogor.

“Pembangunan saat ini tidak selalu fokus di tengah Kota Bogor saja, tetapi juga sudah menyentuh wilayah perbatasan. Salah satunya adalah kawasan Cimahpar di Bogor Utara,” katanya.

Baca juga: Pemkot Bogor tambah ruang terbuka lewat penataan Alun-Alun Empang
Baca juga: Wali Kota Bogor diskusi terkait penataan kota

Dia menjelaskan penataan kawasan akan dilanjutkan melalui perbaikan drainase dan pembangunan taman di area batas Kota Bogor setelah proses penertiban selesai dilakukan.

Ia menambahkan rencana pembangunan Ring Road 2 juga terus berjalan. Saat ini, proses pembebasan lahan masih berlangsung sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung pengembangan wilayah.

Camat Bogor Utara Riki Robiansah mengatakan penataan kawasan tersebut tindak lanjut arahan Wali Kota Bogor setelah meninjau lokasi bersama perangkat daerah pada 10 Juni 2026.

“Sebagai langkah awal, sejumlah PKL yang berjualan di bawah jembatan tol telah ditertibkan. Selanjutnya, Pemkot Bogor melalui wilayah, Dinas PUPR, serta Dinas Perumkim akan melakukan penataan kawasan secara lebih komprehensif,” katanya.

Baca juga: Pemkot Bogor lakukan penataan Gang Roda 4 sebagai pusat kuliner

Dia menjelaskan penataan juga melibatkan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung penataan kawasan perbatasan.

“Gerbang Kota Bogor, khususnya di wilayah Cimahpar yang berbatasan dengan Sukaraja, akan semakin tertata. Masyarakat yang melintas dari arah Sukaraja maupun Sentul akan disambut dengan lingkungan yang lebih indah dan nyaman,” ujarnya.

Selain meningkatkan estetika kawasan, penataan juga untuk menciptakan keamanan dan ketertiban lingkungan.

Riki mengungkapkan bahwa sebelumnya di lokasi tersebut sempat ditemukan aktivitas penjualan obat-obatan terlarang dan pelakunya telah diamankan pihak berwenang.

“Dengan penataan ini, kami berharap dapat mencegah munculnya gangguan ketertiban di masa mendatang, sehingga kawasan perbatasan menjadi lebih aman, tertib, dan asri,” katanya.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026