Subang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, Jawa Barat meminta agar masyarakat membiasakan pemilahan sampah untuk membantu pengurangan pengiriman sampah ke tempat pembuangan akhir sampah.
Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup Subang Irwan Wibawa dalam keterangannya di Subang, Selasa, menyampaikan berbagai upaya dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan sampah.
Ia menyampaikan berdasarkan sampling Kementerian Lingkungan Hidup, Subang masuk dalam kategori kota sedang. Dari hasil sampling itu, setiap orang diperkirakan menghasilkan sekitar 0,4 kilogram sampah per hari.
Baca juga: Pemkab Subang terbitkan surat edaran kegiatan bersih-bersih setiap Jumat
Baca juga: Pemkab Subang Jawa Barat akan naikkan gaji petugas kebersihan
Menurut dia, penanganan sampah di Subang dilakukan melalui beberapa pendekatan, yaitu penanganan dengan sistem kumpul, angkut dan buang.
Selain itu, ada juga yang dilakukan pengurangan sampah dimulai dari sumbernya (rumah tangga), dengan mendorong masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke tempat pembuangan sementara.
"Setelah dipilah di rumah, sampah kemudian dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS), dan selanjutnya diangkut ke tempat pembuangan/pemrosesan akhir (TPA) untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," katanya.
Baca juga: Subang kerahkan 11 truk dan dua alat berat tangani sampah di TPS Pujasera
Ia menyampaikan pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan pelayanan pengelolaan sampah di berbagai wilayah agar tidak terjadi penumpukan yang dapat mengganggu proses pengelolaan.
Irwan menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Ia menyebut pemilahan sampah organik dan anorganik di sumbernya akan mempermudah proses pengelolaan sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.
Ia mengajak agar masyarakat untuk berkolaborasi menjaga kebersihan lingkungan.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.