Subang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, Jawa Barat, menyiapkan pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak di 165 desa yang tersebar di 28 kecamatan di wilayah itu.
"Pilkades (pemilihan kepala desa) serentak di 165 desa akan digelar pada 6 Desember 2026. Saat ini tengah dilakukan persiapannya," kata Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Subang, Agung Subur di Subang, Selasa.
Untuk persiapan pelaksanaan pilkades serentak itu, pihaknya telah membentuk tim pelaksana pilkades yang melibatkan 16 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Subang. Tim tersebut juga melibatkan unsur TNI dan Polri, guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi.
Menurut dia, dalam pelaksanaannya nanti pilkades serentak di Subang akan menerapkan sistem digital, yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Dari 165 desa yang akan melaksanakan pilkades, sebanyak 162 desa akan menerapkan sistem digital di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS), sebagai bagian dari implementasi teknologi dalam pemilihan kepala desa.
Sedangkan sisanya, tiga desa yang meliputi Desa Sukasari, Desa Rawalele, dan Desa Sukamandi akan melaksanakan pilkades dengan sistem digital secara penuh di seluruh TPS.
Agung menyampaikan, penerapan sistem digital bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pilkades, terutama dalam proses penghitungan dan rekapitulasi suara yang dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
"Pilkades digital yang diterapkan tidak menggunakan jaringan internet secara langsung atau bersifat offline. Sistem hanya digunakan di lingkungan TPS, sehingga keamanan data dan kerahasiaan pilihan pemilih tetap terjaga," katanya.
Dia menambahkan, penggunaan teknologi digital dalam pilkades menjadi langkah maju dalam modernisasi tata kelola pemerintahan desa sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan demokrasi kepada masyarakat.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.