Teheran (ANTARA) - Ketua Parlemen Iran sekaligus juru runding utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Senin (22/6) mengatakan bahwa dia sedang menuju Oman untuk melakukan perundingan membahas situasi terkait Selat Hormuz.

Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Burgenstock, Swiss, Minggu (21/6), dengan Qatar dan Pakistan sebagai mediator negosiasi. Sementara itu delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ghalibaf memimpin tim Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dan Vance kemudian mengumumkan kemajuan dalam pembicaraan tersebut.

"Ghalibaf akan bertemu dengan Sultan Oman Haitham bin Tarik selama kunjungannya dan membahas perkembangan kerja sama bilateral, serta perihal bantuan untuk pengaturan Iran dalam mengelola Selat Hormuz," demikian pernyataan Ghalibaf di saluran Telegram.

Baca juga: Iran tegaskan perjanjian tak memuat kewajiban beli produk pertanian AS
Baca juga: Iran dan AS bentuk kelompok kerja untuk capai kesepakatan damai akhir
Baca juga: Pakistan sebut hubungan AS-Iran alami kemajuan yang "besar"

Sebelumnya, Iran mengatakan mereka sedang membahas mekanisme pelayaran untuk Selat Hormuz dengan Oman.

Pada 12 Juni 2026, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang akan mendampingi Ghalibaf dalam kunjungan ke Oman, mengatakan bahwa Teheran dan Muscat akan menerbitkan pernyataan bersama mengenai masalah itu dalam waktu dekat.

Pada 18 Juni malam, Iran dan AS menandatangani memorandum secara jarak jauh yang mengatur pengakhiran konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.

Dokumen tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

 



Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026