Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mendorong penguatan solidaritas antara pemerintah dan masyarakat untuk menghadapi dampak krisis ekonomi global yang mulai dirasakan hingga tingkat domestik.
Dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu, Singgih mengatakan Indonesia tidak dapat sepenuhnya terlepas dari pengaruh dinamika politik dan ekonomi internasional yang memicu ketidakpastian global.
"Indonesia didirikan dengan visi besar, salah satunya menjaga perdamaian dunia dan memajukan kesejahteraan umum. Namun, ketika dunia internasional dilanda gejolak ekonomi, kita tidak bisa sepenuhnya terisolasi dari imbas tersebut. Di sinilah pentingnya kedewasaan kita berbangsa," katanya.
Ia menjelaskan amanat dalam Pembukaan UUD 1945 harus menjadi pedoman bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk gejolak ekonomi global yang berdampak terhadap kondisi dalam negeri.
Menurut dia, menghadapi ancaman krisis ekonomi memerlukan pemahaman bersama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dinilai perlu merumuskan kebijakan untuk menjaga ketahanan ekonomi, sementara masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada.
Singgih menilai penerapan prinsip efisiensi menjadi salah satu langkah realistis untuk menghadapi tekanan ekonomi global. Pemerintah didorong menekan belanja yang tidak menjadi prioritas, sedangkan masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengelola konsumsi.
"Saling memaklumi bukan berarti pasrah, melainkan menyatukan visi bahwa saat ini diperlukan efisiensi ketat agar fondasi ekonomi kita tetap selamat dan kokoh dari guncangan eksternal," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional sebagai modal menghadapi masa sulit. Karena itu, masyarakat diminta memperkuat solidaritas sosial dan menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing.
Selain itu, Singgih mengimbau masyarakat untuk menyaring informasi dengan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh isu negatif maupun hoaks yang berpotensi memecah persatuan.
"Krisis luar bisa kita hadapi jika di dalam negeri kita solid. Jangan biarkan provokasi merusak persatuan, karena fokus kita hari ini adalah memastikan pembangunan nasional terus berjalan demi kesejahteraan bersama," katanya.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.