Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Pandu Sjahrir, menyoroti peluang sektor keuangan, khususnya keuangan digital Indonesia untuk mengambil peran yang lebih besar di kancah global.

"Dalam konteks global dan regional, posisi Indonesia semakin strategis. Industri keuangan, khususnya ekosistem layanan keuangan digital, memiliki peluang yang riil untuk menjadi rule-shaper. Tidak melulu menjadi pasar. Ekosistem layanan keuangan digital Indonesia berpotensi untuk turut membentuk standar dan arah ekosistem regional, termasuk dalam hal standar inovasi dan teknologi, terutama bagi model bisnis digital dalam kluster pembayaran, pendanaan, serta investasi,” ujar Pandu dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (22/6).

Sejalan dengan perkembangan industri ini, AFTECH menyelenggarakan Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026. Mengangkat tema "Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy", forum industri yang diselenggarakan dengan dukungan regulator, pemerintah, asosiasi industri, media serta pemangku kepentingan lainnya ini mempertemukan lebih dari 300 pemimpin dari perbankan, fintech, sektor riil, akademisi dan mitra internasional guna memberikan kontribusi nyata terhadap arah kebijakan sektor jasa keuangan masa depan, serta mendorong kolaborasi antar penyelenggara dalam ekosistem keuangan digital dalam mendukung optimalisasi pertumbuhan ekonomi sektor riil.

“Dinamika dalam sektor jasa keuangan dan pengenalan konsep universal banking mendorong AFTECH untuk menjadikannya sebagai tema besar dalam IDBS tahun ini. Kami melihat kedepannya arsitektur sektor jasa keuangan akan mengalami transformasi, khususnya menjadi lebih fokus pada consumer journey termasuk terlibat lebih aktif dalam mendorong terciptanya kesejahteraan finansial konsumen dan semakin optimal dalam menjalankan layanan yang mendorong produktivitas sektor-sektor riil prioritas,” ujar Pandu.

IDBS 2026 akan diselenggarakan pada Selasa, 7 Juli 2026, di Hotel Raffles, Jakarta. Format kegiatan termasuk forum summit, expo, dan kegiatan Jakarta Fintech & Bank Connect, Dalam Summit IDBS tahun ini akan diangkat 4 pilar utama: transformasi arsitektur sektor jasa keuangan menuju ekosistem yang lebih terintegrasi lintas perbankan dan fintech (Beyond Banking: Rewiring the Financial System), pergeseran fokus industri dari sekadar akses menuju dampak nyata terhadap kesejahteraan finansial masyarakat (Financial Wellbeing: From Access to Outcomes), penguatan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan relevan bagi sektor riil (Inclusive Growth: Scaling What Matters), dan pembangunan infrastruktur digital sebagai fondasi sistem keuangan masa depan (Digital Infrastructure: Building the Rails of the Future).

Pandu mengajak seluruh pemangku kepentingan industri keuangan untuk hadir dan terlibat aktif di kegiatan ini. "Pemikiran, komitmen, dan kolaborasi strategis yang kita ambil akan membentuk wajah sektor keuangan Indonesia, khususnya ekosistem layanan keuangan digital masa depan.

IDBS 2026 merupakan kesempatan yang baik untuk mensinergikan komitmen dalam membangun sektor keuangan masa depan yang lebih sehat dan produktif dan senantiasa relevan bagi konsumen,” pungkas Pandu.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026