Depok (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Program Pendidikan Vokasi melalui Himpunan Mahasiswa Administrasi Keuangan dan Perbankan (HIMAKUPA) menginisiasi gerakan pengabdian masyarakat bertajuk KU-ANGAN (HIMAKUPA Aksi Membangun Lingkungan) 2026.

Ketua Pelaksana KU-ANGAN 2026 Bintang Azzahra di Depok, Senin, menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan yang dilakukan mahasiswa tidak hanya terbatas pada aksi penghijauan.

"Menjaga kualitas air dan tanah juga sama pentingnya demi kelestarian bumi. Mari kita mulai dari langkah kecil di sekitar kita untuk meminimalisir dampak kerusakan lingkungan," katanya.

Ia mengatakan program ini hadir sebagai suatu langkah nyata dalam menjaga kualitas air dan tanah di Depok melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: UI dan Griffith University bahas kolaborasi pelestarian lingkungan

Kegiatan bertema “Bersih dari Alam, Manfaat untuk Kehidupan” dengan jargon “Aksi Lokal, Dampak Global” dilaksanakan pada 6–7 Juni 2026 di RW 002 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Sebanyak 24 warga, mayoritas ibu rumah tangga, mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.

Salah satu kegiatan utama dalam Gerakan KU-ANGAN ini adalah praktik edukasi pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan alami seperti daun pandan dan jeruk nipis.

Kepada para peserta, mahasiswa juga memperkenalkan inovasi sederhana berupa Pupuk Organik Cair (POC) dari sampah organik rumah tangga.

Baca juga: Mahasiswa Vokasi UI hadirkan popok bayi yang ramah lingkungan

Dengan memanfaatkan galon bekas sebagai alat fermentasi, peserta diajarkan cara mengolah sisa sayuran dan kulit buah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Praktik ini menjadi contoh nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular yang berkelanjutan di tingkat komunitas.

Aliyah, salah seorang peserta kegiatan KU-ANGAN, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program ini yang dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami senang mendapat ilmu yang bermanfaat untuk keluarga dan lingkungan. Membuat sabun dari bahan lokal bisa menambah penghasilan, sementara limbah dapur bisa diolah jadi pupuk yang berguna,” tuturnya.

Apresiasi turut hadir dari Wahyu Nofiantoro, Ketua Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan Vokasi UI yang menyampaikan bahwa KU-ANGAN merupakan wujud nyata implementasi tri dharma perguruan tinggi.

Baca juga: UI GreenMetric dan Kedutaan Besar Turki perkuat komitmen transformasi Kampus Berkelanjutan

"Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kualitas lingkungan adalah tanggung jawab bersama, sekaligus melatih mahasiswa menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata dan kontinu," katanya.

Pelaksanaan program KU-ANGAN juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) yang diwujudkan melalui upaya menjaga kualitas air dari pencemaran limbah domestik.

Selain itu, program ini turut mendukung Poin 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan kembali limbah rumah tangga dan pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya, serta Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui praktik pengelolaan limbah yang mendukung keberlanjutan lingkungan di tingkat komunitas.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026