Jakarta (ANTARA) - Balai Kota DKI Jakarta dibanjiri kiriman karangan bunga dari berbagai pihak, mulai dari media hingga kepala daerah pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Pantauan pada Senin, hingga pukul 10.58 WIB, karangan bunga terpajang di halaman Balai Kota, dengan jumlah kurang lebih sebanyak 23 buah.
Beberapa badan usaha milik daerah (BUMD) yang mengirimkan karangan bunga, di antaranya Bank Jakarta, PAM Jaya, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya.
Tak hanya itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta 2024-2025 sekaligus Dirjen Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Teguh Setyabudi juga mengirimkan karangan bunga.
Baca juga: MRT Jakarta terapkan tarif khusus Rp1 bagi pelanggan pada 22 Juni dukung HUT ke-499 DKI
Baca juga: Pemprov DKI siapkan beragam fasilitas baru jelang HUT ke-499
Bahkan, Persija Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kapolda Metro Jaya turut mengirimkan karangan bunga.
Namun, di antara aneka warna-warni karangan bunga tersebut, terdapat karangan bunga dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyita perhatian setiap orang yang melintas.
Pasalnya, karangan bunga tersebut bernuansa hitam dan putih, berbeda dengan karangan bunga lainnya yang berwarna-warni.
Sementara itu, pada momen HUT ke-499 DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memaknainya sebagai momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang ibu kota yang kini berada di gerbang menuju usia lima abad.
Baca juga: Ragunan gratiskan tiket masuk bagi pengunjung sambut HUT ke-499 Jakarta
“Hari ini, di usia 499 tahun, Jakarta berada di gerbang menuju lima abad. Sebuah perjalanan yang mengajak kita menoleh sejenak kepada masa lalu, melihat sejauh mana kita telah melangkah, sekaligus menatap masa depan Jakarta dengan penuh harapan dan keyakinan,” ungkap Pramono.
Dia juga berpesan kepada seluruh warga Jakarta agar tidak kehilangan optimisme terhadap ibu kota dan mengingatkan sejarah telah mengajarkan bahwa Jakarta selalu bangkit tanpa meninggalkan warganya.
“Menuju lima abad Jakarta, momentum hari ini kita maknai bukan sekedar perayaan tahunan, melainkan ikhtiar lintas generasi untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global dan berbudaya,” tutur Pramono.
Pewarta: Lifia Mawaddah PutriUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.