Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Seksi VI Bengkulu menyebutkan kerusakan kawasan hutan di wilayah itu saat ini telah mencapai 10.000 hektare dari total luasan yang mencapai 340.575 hektare.
Kepala Pengelolaan Taman Nasional (TN) Seksi VI Bengkulu, Nur Hamidi saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu, mengatakan kerusakan ribuan hektare kawasan konservasi tersebut dipicu oleh aktivitas pembalakan liar dan perambahan untuk lahan pertanian.
"Berdasarkan pendataan dan citra satelit beberapa tahun yang lalu, luas kawasan TNKS Seksi VI Bengkulu yang rusak mencapai 10.000 hektare. Kerusakan ini akibat pembalakan liar serta pembukaan lahan untuk pertanian," kata dia.
Baca juga: KKI Warsi analisa bentang alam Kerinci rawan bencana hidrometeorologi akibat perambahan
Baca juga: Fakultas Pertanian Universitas Jambi kembangkan energi panas bumi di TNKS
Menurut Nur Hamidi, total luasan TNKS Seksi VI Bengkulu yang mencapai 340.575 hektare tersebar di empat kabupaten di Provinsi Bengkulu, meliputi Kabupaten Rejang Lebong seluas 41.066 hektare dan Kabupaten Lebong seluas 111.035 hektare.
Kemudian di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara seluas 68.921,95 hektare serta di wilayah Kabupaten Mukomuko dengan luasan mencapai 119.552,05 hektare.
Pewarta: Nur MuhamadUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.