Tangerang (ANTARA) - Mandaya Royal Hospital Puri, Tangerang, Banten, terus meningkatkan layanan dengan menghadirkan teknologi yang bisa membantu penyembuhan para penderita batu ginjal dengan tanpa melalui tahapan operasi, melalui robot Zamenix yang bisa membantu prosedur operasi batu ginjal tanpa adanya bekas luka sayatan.
"Zamenix adalah robot dengan lengan fleksibel yang mampu menghancurkan batu ginjal berukuran besar hingga 2 cm dan mengangkatnya secara langsung dari dalam tubuh tanpa memerlukan satu sayatan pun," kata Manajer Humas Mandaya Hospital Group Erwin Suyanto di Tangerang, Minggu.
Ia menyebut Mandaya satu-satunya rumah sakit di Asia Tenggara yang memiliki teknologi Zamenix. Teknologi tersebut sistem robotik dengan lengan fleksibel yang dirancang untuk menghancurkan, sekaligus mengangkat batu ginjal dari dalam tubuh melalui saluran kemih.
Baca juga: Kabar baik bagi penderita gangguan prostat dan batu ginjal dengan hadirnya robot
Baca juga: RSUI resmikan layanan RIRS prosedur penanganan batu ginjal tanpa bedah terbuka
Teknologi tersebut dilengkapi kamera beresolusi tinggi yang memungkinkan visualisasi hingga ke area ginjal yang sulit dijangkau, laser Thulium untuk memecah batu ginjal berukuran besar menjadi fragmen halus, serta perangkat penjepit khusus yang berfungsi mengambil sisa pecahan batu secara langsung.
"Berbeda dengan prosedur konvensional yang umumnya membutuhkan sayatan untuk mengakses ginjal, robot Zamenix bekerja melalui saluran kemih sehingga tidak memerlukan satu sayatan pun," ucapnya. Menurut dia, seluruh tindakan dilakukan menggunakan cockpit controller khusus yang memungkinkan dokter mengendalikan setiap pergerakan robot secara real-time dengan tingkat presisi yang tinggi.
"Di RS Mandaya Royal Puri, tindakan pengangkatan batu ginjal menggunakan robot Zamenix ditangani oleh tim dokter spesialis urologi berpengalaman," katanyaa.
Baca juga: Dokter: Membatasi makanan tinggi gula dan garam bisa cegah batu ginjal
Selain itu berbagai teknologi dan terapi modern hadir untuk menangani beragam penyakit ginjal dan prostat, mulai dari sistem bedah robotik da Vinci Xi untuk operasi ginjal dan kanker prostat, robot MonaLisa untuk biopsi kanker prostat dengan akurasi tinggi, terapi Rezum untuk pembesaran prostat jinak, hingga terapi Lutetium-177 bagi pasien kanker prostat stadium lanjut.
RS Mandaya Royal Puri juga telah memperoleh lisensi resmi dari pemerintah untuk menyelenggarakan transplantasi ginjal, memperkuat kemampuannya dalam memberikan layanan menyeluruh bagi pasien dengan penyakit ginjal.
"Tim dokter urologi RS Mandaya Royal Puri yang diwakili oleh Prof. Ponco baru saja kembali dari Korea Selatan setelah menjadi pembicara dalam sebuah simposium robotik yang dihadiri para dokter spesialis urologi di Korea Selatan. Dalam kesempatan tersebut beliau mempresentasikan teknik terbaru penanganan batu ginjal di hadapan sekitar 50 dokter spesialis urologi," kata Erwin Suyanto.
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.