Jakarta (ANTARA) - Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi dilarang  mengikuti balapan utama MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Masaryk, Brno, Minggu.

Laman MotoGP pada Minggu menyebutkan Bezzecchi dijatuhi hukuman tersebut setelah terlibat insiden dengan Marshal dalam sesi sprint race.

Dokumen Steward FIM MotoGP, menjelaskan bahwa mereka telah menskors Bezzecchi dengan menyatakan bahwa "setelah kecelakaan, Anda mendorong dan memukul Marshal sirkuit yang mencoba mengevakuasi motor Anda".

Tindakan tidak terpuji tersebut melanggar Pasal 3.3.2.2, tentang tindakan yang "merugikan kepentingan olahraga".The FIM MotoGP Stewards have sanctioned the #72 following an incident with a marshal on Saturday.
Baca juga: Bezzecchi sebut kemenangan di Mugello merupakan mimpi yang menjadi nyata
Baca juga: Marco Bezzechhi menangi MotoGP Amerika Serikat 2026
Baca juga: Bezzecchi menangi MotoGP Brasil demi lanjutkan awal musim gemilang

Read more here ➡️ https://t.co/CKC73IKTcn#CzechGP ???????? pic.twitter.com/h8Jx0dsTsF

 

Setelah sidang dengan Bezzecchi untuk mendengarkan pembelaannya, Steward FIM MotoGP mengkonfirmasi hukuman mereka adalah skorsing dari GP Ceko sehingga pembalap Italia itu tidak akan balapan pada Minggu.

Aprilia berhak mengajukan banding dalam waktu satu jam setelah pengumuman hukuman.

Hukuman ini merugikan Bezzecchi yang  berada di peringkat pertama klasemen MotoGP 2026 dengan 180 poin, unggul 15 poin dari Jorge Martin di posisi kedua.

Pembalap berusia 27 tahun itu berhasil menjadi yang tercepat di seri Thailand, Brasil, Amerika Serikat dan Italia. 

Itu juga berarti Garcia harus kembali menggantungkan harapan kepada Jeremy Doku, yang sudah menjadi faktor terpenting dalam sistem serangan Belgia.

Pemain sayap Manchester City itu menuntaskan tiga dari 10 dribelnya menjadi peluang gol, enam kali memenangkan penguasaan bola, dan lima kali memaksa Mesir melakukan pelanggaran.

Itu adalah angka-angka yang sulit disaingi siapa pun. Hanya Vinicius Junior yang melewati pencapaian tersebut, ketika Brasil menghadapi Swiss dalam putaran final Piala Dunia 2022.

Doku tetap disandingkan dengan playmaker Kevin de Bruyne dan Leandro Trossard sebagai tiga penggedor Belgia, yang mata pisau serangannya layak diganti dari de Ketelaere menjadi Lukaku.

Di sektor lain, Rudi Garcia tampaknya tidak perlu melakukan banyak perubahan pada susunan pemainnya, kecuali jika ada pemain yang mengalami cedera. Sejauh ini, hanya bek tengah Zeno Debast yang masih dipastikan absen dari line-up Belgia karena belum pulih dari cedera.

Energi lebih besar harus dicurahkan Setan Merah ke sayap kiri pertahanan mereka karena sektor kanan permainan Team Melli tampil lebih aktif dan berbahaya saat menghadapi Selandia Baru.

Kedua gol Iran ke gawang Selandia Baru lahir dari jalur kanan serangan mereka, terutama melalui kontribusi bek kanan Ramin Rezaeian yang kerap menjadi ancaman.

Rezaeian tidak hanya mencetak gol pertama Iran kala mengimbangi Selandia Baru, tapi juga merancang gol kedua Team Melli yang dibuat Mohammad Mohebi.

Sebaliknya, tim asuhan Amir Ghalenoei mesti menutup lubang besar di lapangan tengahnya.

Kedua gol Selandia Baru berawal dari respons lambat dua gelandang tengah, Saeid Ezatolahi dan Saman Ghoddos, dalam menutup serangan Selandia Baru.

Ini harus segera diperbaiki oleh Ghalenoei karena mereka menghadapi tim yang memiliki gelandang-gelandang lebih tangguh, kreatif dan cepat mengeksekusi keadaan, ketimbang yang dimiliki Selandia Baru.

 

Tekanan jadi energi

Walau lapangan tengah Iran mungkin masih di bawah kualitas duo Youri Tielemans dan Amadou Onana, selalu ada energi tambahan untuk kompetisi selevel Piala Dunia, yang membuat perbedaan kualitas itu tak terlalu berarti.

Salah satu energi tambahan itu adalah mengubah tekanan mental di luar lapangan karena perlakuan AS, menjadi energi yang menaikkan semangat bertarung para pemain.

Empat tahun lalu dalam Piala Dunia 2022, Iran berhasil menghindari posisi juru kunci setelah mengalahkan tim Eropa, Wales, pada laga kedua fase grupnya.

Sukses tersebut kala itu membuat Iran mengulang pencapaian empat tahun sebelumnya pada Piala Dunia 2018, yang lebih baik dari edisi 2014 ketika menjadi juru kunci setelah seri pada laga pertama tapi kalah pada dua laga berikutnya.

Belgia memang bukan Wales, tetapi hasil pada 2022 menunjukkan bahwa Iran tidak bisa dipandang inferior ketika menghadapi tim-tim Eropa, meskipun Belgia memiliki profil dan kualitas yang lebih besar dibanding Wales.

Agar profil itu sejalan dengan kinerja, di lapangan, Youri Tielemans dan kawan-kawan harus memastikan tidak ada celah di sepertiga tengah maupun sepertiga pertahanan mereka, terutama di area sayap.

Baik Belgia maupun Iran tentu tidak akan puas hanya dengan satu poin. Kemenangan akan menjadi modal penting sekaligus suntikan kepercayaan diri untuk menuntaskan fase grup dengan hasil positif saat menghadapi Selandia Baru dan Mesir.

 



Pewarta: Aldi Sultan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026