Jakarta (ANTARA) - Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di berbagai sektor industri terus meningkat seiring kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing.

Namun, di balik pesatnya adopsi teknologi tersebut, muncul tantangan baru terkait kesiapan infrastruktur digital, keamanan data, serta integrasi berbagai sistem yang menopang implementasi AI.

President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan dalam keterangannya, Jumat mengatakan era AI menuntut perusahaan memiliki fondasi digital yang mampu menghubungkan berbagai teknologi menjadi nilai bisnis yang konkret.

“Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu solusi digital yang aman, andal dan saling terhubung, sehingga pelanggan lebih fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ujar Armand.

Menurutnya, Intelligent Core dibangun di atas tiga prinsip utama. Pertama, Sovereign yang mengedepankan sovereign infrastructure dan sovereign AI untuk menjaga kedaulatan data serta teknologi.

Kedua, Integrated melalui integrasi penuh empat kapabilitas utama dalam satu solusi end-to-end.

Ketiga, Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital yang lebih efisien, aman, dan terhubung bagi pelanggan.

Tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, Lintasarta juga memperkenalkan pendekatan Industry Outcome Stacks yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing sektor industri.

Strategi ini menandai transformasi peran perusahaan dari penyedia layanan teknologi menjadi Industry Digital Infrastructure Orchestrator yang mengintegrasikan AI, layanan digital, ekosistem mitra, serta managed services untuk menghasilkan dampak bisnis yang lebih terukur.

Berbagai solusi sektoral telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan industri keuangan, pemerintahan, manufaktur, kesehatan, hingga ritel. Melalui pendekatan tersebut, organisasi dapat mempercepat implementasi AI dan transformasi digital, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan sistem, serta menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan.

Saat ini, Lintasarta melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan dukungan 74.196 jaringan yang tersebar di berbagai sektor industri di Indonesia. Skala layanan tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan integrasi berbagai kapabilitas digital dalam satu arsitektur yang dapat langsung diterapkan oleh pelanggan.

Armand menegaskan bahwa di tengah meningkatnya kebutuhan atas AI dan perlindungan data nasional, kehadiran Intelligent Core menjadi langkah strategis untuk memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan penguatan kedaulatan digital Indonesia.

“Dengan menggabungkan infrastruktur, AI, dan ekosistem digital yang terintegrasi, Lintasarta menargetkan diri sebagai mitra strategis industri dalam membangun daya saing di era ekonomi berbasis kecerdasan buatan,” pungkasnya.

Pelaku industri kini tidak hanya membutuhkan teknologi AI canggih, tetapi juga fondasi digital yang mampu memastikan seluruh proses berjalan aman, terhubung, dan menghasilkan dampak bisnis yang nyata.

Kebutuhan tersebut semakin penting di tengah meningkatnya perhatian terhadap kedaulatan data dan pengelolaan teknologi strategis di dalam negeri.

Transformasi AI yang berhasil juga dinilai tidak cukup hanya mengandalkan satu teknologi. Perusahaan membutuhkan pendekatan yang mampu menyatukan konektivitas, komputasi awan, keamanan siber, dan kolaborasi digital dalam satu ekosistem yang terintegrasi sehingga penerapan AI dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core sebagai fondasi strategis yang dirancang untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus mempercepat transformasi AI di berbagai sektor industri.

Melalui Intelligent Core yang mengusung konsep The Intelligent Foundation Powering Indonesia's Digital Sovereignty, perusahaan menawarkan pendekatan baru dalam membantu organisasi mengubah kompleksitas teknologi menjadi hasil bisnis yang terukur.

Platform tersebut mengintegrasikan empat kapabilitas utama, yaitu konektivitas, cloud, keamanan siber, serta kolaborasi berbasis AI dalam satu ekosistem digital yang aman, terhubung, dan andal.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026