Jakarta (ANTARA) - Industri aset digital Indonesia terus berkembang dengan hadirnya berbagai inovasi yang menggabungkan teknologi blockchain dan aset bernilai nyata.
Tren ini dinilai membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenal instrumen digital yang tidak hanya mengandalkan spekulasi harga, tetapi juga menawarkan utilitas dan fondasi nilai lebih jelas.
Direktur Utama PT SBI Jeremy Siregar dalam keterangannya, Jumat mengatakan kehadiran IDNGold di Reku bukan sekadar momen pencatatan atau listing, melainkan bagian dari fase baru untuk memperkenalkan ekosistem yang dibangun perusahaan kepada lebih banyak pengguna aset digital di Indonesia.
“Kehadiran IDNGold di Reku bukanlah sekadar momen listing. Ini bagian dari fase baru untuk memperkenalkan IDNGold kepada publik yang lebih luas, khususnya pengguna aset digital di Indonesia yang ingin memahami aset digital dengan pendekatan berbeda,” ujar Jeremy dalam keterangannya, Jumat.
Menurutnya, IDNGold dikembangkan sebagai utility token sebagai bagian dari ekosistem yang terus berkembang. Melalui ekosistem tersebut, aset digital ini berupaya menghubungkan teknologi blockchain dengan berbagai utilitas, komunitas, produk, dan aset bernilai di dunia nyata.
Salah satu konsep utama yang diusung adalah nilai intrinsik berbasis emas. Dalam ekosistemnya, emas menjadi salah satu fondasi nilai yang digunakan sebagai acuan pengembangan, sekaligus dapat dimanfaatkan melalui mekanisme redemption sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Jeremy menjelaskan pendekatan tersebut membuat IDNGold tidak hanya dipandang dari sisi pergerakan harga pasar, tetapi juga dari utilitas dan fondasi nilai yang dibangun dalam ekosistemnya.
“Dengan pendekatan ini, IDNGold tidak hanya dilihat dari harga pasar semata, tapi juga dari utilitas, mekanisme, dan fondasi nilai di dalam ekosistemnya. Sebagai aset digital yang diperdagangkan di market, harga IDNGold tetap dapat bergerak mengikuti aktivitas perdagangan, permintaan, likuiditas, dan kondisi pasar,” jelasnya.
IDNGold juga tercantum dalam Daftar Aset Kripto CFX dengan ticker IDNG. Pencatatan itu jadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan aset digital tersebut untuk hadir di tengah ekosistem kripto Indonesia yang semakin berkembang.
“Bagi kami, hadirnya IDNGold di Reku adalah langkah penting membuka akses lebih luas kepada publik. IDNGold dibangun bukan hanya sebagai token untuk diperjualbelikan, tetapi sebagai bagian ekosistem yang menghubungkan blockchain dengan utilitas dan nilai nyata,” kata Jeremy.
Ke depan, SBI akan terus berfokus pada pengembangan ekosistem, edukasi publik, serta penguatan utilitas agar masyarakat dapat memahami aset digital tidak hanya sebagai instrumen perdagangan, tetapi juga sebagai bagian dari inovasi yang menghubungkan teknologi blockchain dengan manfaat nyata.
Di tengah pertumbuhan ekosistem kripto nasional, perluasan akses melalui platform perdagangan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan adopsi aset digital.
Semakin banyak pilihan yang tersedia bagi pengguna diharapkan dapat mendorong literasi sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam ekonomi digital.
Perkembangan ini juga mencerminkan makin kuatnya upaya pelaku industri dalam menghadirkan aset digital yang terhubung dengan kebutuhan dunia nyata.
Pendekatan ini dinilai dapat menjadi jembatan antara inovasi teknologi blockchain dan pemanfaatan aset riil yang telah dikenal masyarakat.
Selain itu, penguatan regulasi dan keberadaan daftar aset kripto resmi di Indonesia turut memberikan landasan bagi tumbuhnya ekosistem yang lebih terstruktur. Kondisi ini membuka ruang bagi berbagai inovasi baru untuk berkembang secara lebih terukur dan transparan.
Salah satu perkembangan terbaru datang dari PT Smart Billionaire Indonesia (SBI) yang mengumumkan IDNGold (IDNG) kini mulai dapat diakses melalui platform Reku sejak 18 Juni 2026 pukul 14.00 WIB.
Kehadiran IDNGold di platform tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas akses publik terhadap aset digital yang menghubungkan teknologi blockchain, utilitas ekosistem, dan nilai nyata.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.