BPJPH memiliki visi yang sangat mulia, apalagi mulai Oktober mendatang sertifikat halal akan diwajibkan.

Depok (ANTARA) - ESQ Corp dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pembangunan Budaya Organisasi, Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Talenta di Kantor BPJPH, Jakarta.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya organisasi, integritas sumber daya manusia, serta pengembangan talenta guna mendukung percepatan program jaminan produk halal nasional yang tengah digencarkan pemerintah.

Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian dalam keterangannya, Jumat menyampaikan apresiasinya terhadap visi besar BPJPH dalam membangun ekosistem halal nasional.
Ia menegaskan bahwa ESQ siap memberikan dukungan penuh melalui jaringan alumninya yang mencapai 2,5 juta orang di seluruh Indonesia.

“BPJPH memiliki visi yang sangat mulia, apalagi mulai Oktober mendatang sertifikat halal akan diwajibkan. Kedatangan kami ke sini adalah untuk mendukung program tersebut. Jaringan alumni ESQ yang berjumlah 2,5 juta orang akan ikut mensosialisasikan dan mendukung agar program ini berhasil,” ujar Ary.

Menurut Ary, jika selama ini ESQ dikenal dengan gerakan membangun hati yang bersih dan berintegritas, maka kini semangat tersebut diperluas untuk mendukung penguatan gaya hidup halal di berbagai sektor kehidupan.

“Dulu ESQ berbicara tentang hati yang dihalalkan, sekarang makanannya, kosmetiknya, dan seluruh produknya juga harus halal. Ini adalah bagian dari transformasi besar yang harus kita dukung bersama,” katanya.

Ary juga menekankan bahwa keberhasilan misi besar BPJPH tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, pembangunan budaya organisasi yang kuat, integritas yang tinggi, serta manajemen talenta yang tepat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program halal nasional.

“Dengan misi yang sebesar ini, tentu harus didukung oleh corporate culture yang kuat, integritas yang kuat, serta manajemen talenta yang presisi. Pada akhirnya, misi tersebut dijalankan oleh manusia yang memiliki integritas dan talenta. Itulah yang akan kami lakukan untuk mendukung agar program ini berhasil,” tutup Ary.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa konsep halal saat ini telah berkembang menjadi standar universal yang diakui dunia. Menurutnya, berbagai negara maju memiliki pandangan berbeda mengenai halal, namun memiliki kesamaan dalam melihat nilai strategis yang terkandung di dalamnya.

“Amerika memandang halal sebagai simbol kesehatan, halal is symbol of health. Korea melihat halal sebagai standar kebersihan yang berlipat, halal is double clean. China menilai halal sebagai peluang ekonomi, halal is good economic. Sementara Inggris mengaitkan halal dengan keberlanjutan lingkungan, halal is going back to green, halal is save the world,” ujar Haikal.

Ia menambahkan bahwa halal bukan lagi sekadar isu keagamaan, melainkan telah menjadi standar kualitas yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat dunia.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026