Kota Bogor, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengerjakan perbaikan dinding penahan tanah, yang longsor di ruas Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor, dengan anggaran sekitar Rp5,4 miliar.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Bogor, Jabar, Kamis, mengatakan proyek perbaikan di Jalan Kebon Pedes Km Jkt 54+850, Kecamatan Tanah Sareal, tersebut mulai digarap setelah dilakukan serah terima lokasi pekerjaan kepada kontraktor pelaksana.

"Setelah hari ini serah terima lokasi pekerjaan, langsung siap digarap. Alhamdulillah, segala sesuatu memang perlu proses, karena anggarannya harus dipikirkan dan nilainya cukup besar, sekitar Rp5,4 miliar," ujar Dedie.

Menurut dia, perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan Pemerintah Kota Bogor yang sebelumnya menetapkan lokasi longsor sebagai prioritas penanganan bencana kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dedie menjelaskan ruas Jalan Kebon Pedes merupakan jalan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga proses perbaikan dilakukan melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat.

Ia menuturkan penanganan longsor diawali dengan survei lokasi pada April 2026 yang dilanjutkan penyusunan perencanaan teknis, proses pengadaan kontraktor pada Mei 2026, hingga penyerahan lokasi kerja pada Juni 2026.

Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kalender.

Secara teknis, perbaikan dilakukan menggunakan kombinasi konstruksi berupa pembangunan beton, pemasangan bronjong, penggunaan batu granular, serta pembangunan saluran air guna memperkuat struktur tanah di lokasi longsor.

Dedie mengungkapkan salah satu faktor penyebab longsor adalah penumpukan sampah di aliran sungai yang menghambat aliran air dan meningkatkan tekanan pada dinding penahan tanah.

"Akibatnya, beban pada dinding menjadi besar dan akhirnya ambrol. Jadi memang kebiasaan membuang sampah sembarangan ini harus segera dihilangkan," katanya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DBMPR Jawa Barat Ade Subhan mengatakan area longsoran memiliki tinggi tebing sekitar delapan meter dengan panjang antara 12 hingga 15 meter.

Ia menambahkan rekayasa lalu lintas selama pekerjaan berlangsung akan dilakukan secara kondisional mengingat lokasi proyek berada di jalur padat kendaraan.

"Nanti ketika proses pengerjaan membutuhkan penutupan arus, kami akan berkoordinasi dengan Dishub dan kepolisian. Penutupan dilakukan secara situasional, tidak setiap hari," kata Ade.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026