Yogyakarta (ANTARA) - QS World University Rankings (QS WUR) menobatkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai kampus Islam terbaik di Indonesia.
UMY menorehkan prestasi sebagai satu-satunya perguruan tinggi Islam di Indonesia yang masuk dalam daftar 2027.
Dalam daftar yang dirilis, UMY menempati peringkat ke-14 dari 20 universitas di Indonesia yang berhasil meraih rekognisi global. Capaian ini sekaligus mengukuhkan posisi UMY sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik kedua secara nasional, serta kampus Islam terbaik di Indonesia.
Rektor UMY Prof Achmad Nurmandi di Yogyakarta, Kamis, mengatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari komitmen seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, inovasi penelitian, serta pengabdian masyarakat yang berdampak luas.
"Jajaran pimpinan berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran, inovasi, dan hilirisasi penelitian. Komitmen ini diikuti dengan kesadaran dan kemampuan sivitas akademika dalam meningkatkan capaian kinerja untuk memenuhi standar mutu, baik nasional maupun internasional," katanya.
Baca juga: Guru Besar UMY nilai pertumbuhan ekonomi RI 8 persen bukan mustahil dicapai
Baca juga: Mahasiswa UMY uji materiil terhadap Pasal UU LLAJ usai kecelakaan akibat puntung rokok
Berdasarkan data QS WUR 2027, UMY menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Dalam dua tahun terakhir, skor UMY tercatat naik lebih dari dua kali lipat. Kenaikan drastis terjadi pada indikator International Research Network dan Employment Outcomes yang masing-masing tumbuh 100 persen, serta Employer Reputation yang naik 83 persen.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan ke depan, pihak universitas menargetkan UMY dapat menembus jajaran top 1.000 universitas dunia. Fokus utama akan diarahkan pada penguatan kualitas akademik, relevansi alumni dengan kebutuhan dunia kerja, serta perluasan kolaborasi dengan mitra industri global.
"Harapannya, kami bisa masuk ke jajaran top 1.000 universitas dunia. Kami akan terus memperkuat kualitas akademik dan meningkatkan kuantitas serta kualitas kemitraan internasional di berbagai benua," kata Nurmandi.
Baca juga: UMY kampanyekan gaya hidup rendah emisi melalui budaya bersepeda 2025
Wakil Rektor bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Prof Slamet Riyadi menambahkan bahwa keberhasilan ini didukung oleh sinergi antarunit di lingkungan universitas dalam memenuhi standar internasional yang ketat.
"UMY secara konsisten meraih reputasi dunia. Ini membuktikan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) mampu bersaing di tingkat global dengan tetap mengimplementasikan nilai-nilai Islam," kata Slamet.
Kepala Badan Perencanaan dan Reputasi Global UMY, Dr Mega Hidayati menjelaskan bahwa persaingan untuk menembus daftar QS WUR tahun ini semakin sengit. Dari 8.808 institusi di 106 negara yang dievaluasi, hanya 1.504 institusi atau sekitar 17 persen yang berhasil masuk ke dalam pemeringkatan resmi.
"Jika tahun lalu terdapat 26 universitas dari Indonesia yang menembus QS WUR, kini hanya tersisa 20 institusi. Hal ini membuktikan UMY memiliki daya saing global yang konsisten," kata Mega.
Pewarta: SutarmiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.