Karawang (ANTARA) - Para petani di Desa Karyamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat khawatir terjadi kesulitan air untuk mengairi areal sawah menyusul rusaknya saluran irigasi sekunder di daerahnya.
"Memasuki musim kemarau, banyak petani yang mengeluhkan kesulitan air karena kondisi saluran irigasi yang rusak," kata Rahmat, Sekretaris Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, di Karawang, Kamis.
Ia mengakui saluran sekunder di desanya mengalami kerusakan. Kondisi tanggul sudah banyak yang retak hingga ada yang ambrol.
"Saat musim hujan saja air sedikit mengalir ke sawah. Kalau sudah musim kemarau kemungkinan bertambah parah. Air akan semakin sedikit yang bisa dialiri ke areal sawah," katanya.
Saluran irigasi sekunder di desanya sepanjang 200 meter dan lebar 2 meter. Saat ini banyak titik kerusakan hingga air yang sampai ke sawah menjadi sedikit.
Kondisi kerusakan saluran irigasi sekunder di Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Karawang sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang.
Pihak pemerintah desa telah mengajukan perbaikan saluran irigasi itu sejak dua tahun lalu. Namun hingga kini belum juga ada penanganan atau perbaikan dari dinas terkait.
Rahmat memaklumi kekhawatiran petani kekurangan air untuk mengairi areal sawahnya di tengah rusaknya saluran irigasi sekunder pada musim kemarau. Sebab saat musim hujan saja, air yang bisa dialiri ke areal sawah tidak terlalu banyak.
"Saluran irigasi di daerah kami menjadi sumber pengairan utama untuk lahan persawahan. Jadi saat kondisi saluran irigasi rusak, jelas akan mengganggu produksi pertanian," katanya.
Salah seorang petani di daerah tersebut, Asep mengakui kalah kekhawatiran kekeringan atau kelangkaan air untuk mengairi areal sawah sudah terjadi sejak lama sejak memasuki musim kemarau.
Ia berharap agar dinas terkait di lingkungan Pemkab Karawang segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi saluran irigasi sekunder di daerahnya yang sudah lama mengalami kerusakan.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.