Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan kepada seluruh pihak untuk tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan metode pembakaran.

"Kepada seluruh stakeholder termasuk masyarakat, swasta, yang terbiasa menggunakan cara-cara murah, singkat, untuk melakukan land clearing misalnya dengan membakar hutan, saya ingatkan tadi, dari kepolisian, dari kejaksaan, akan melakukan tindakan-tindakan tegas dan keras untuk hal ini," kata dia dalam konferensi pers setelah kegiatan Rakorsus Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan hal itu merespons gejala El Nino yang sedang melanda Indonesia.

Ia menekankan seluruh pihak harus menyadari bahwa Indonesia sedang tidak pada posisi baik-baik saja terkait dengan karhutla.

Baca juga: Manggala Agni wilayah Sumatera masih berupaya padamkan karhutla di Riau
Baca juga: Pemerintah siapkan 35 operasi modifikasi cuaca antisipasi karhutla

Seluas 81.000 hektare lahan dinyatakan terbakar hingga Mei 2026 imbas gejala El Nino tahun ini.

Raja menyebut puncak El Nino akan terjadi pada Juli mendatang.

"Satu bulan yang lalu kami masih dapat brief dari BMKG bahwa tahun ini memang ada El Nino, tapi itu masih (tingkat) rendah sampai moderat. Puncak El Nino-nya tahun depan, ini kan siklus empat tahunan. Tapi, tadi di-update oleh BMKG, Juli ya, masuk Juli nanti sudah kuat," ujarnya.

Oleh karena itu, ia menyebut pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah berkonsolidasi untuk melakukan langkah penanggulangan, di antaranya dengan melakukan operasi modifikasi cuaca dan teknik sekat kanal.

"Insyaallah kalau semua stakeholder masih bisa bekerja dengan baik, insyaallah kita akan bisa memenangkan pertarungan melawan karhutla ini," ucap dia.

Baca juga: Kemenhut kerahkan Manggala Agni padamkan karhutla di habitat harimau sumatera

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menekankan persiapan yang matang wajib dilakukan untuk mencegah karhutla.

Meskipun terdapat kemajuan dalam penanganan El Nino dari tahun ke tahun, ia menggarisbawahi bahwa kemajuan yang ada harus dijaga dan harus selalu diperbaiki lagi.

"Kebersamaan untuk melakukan ini sudah kita bentuk, pemahamannya juga sudah kita samakan semua ,tinggal kita melaksanakan ini. Oleh karena itu, hari ini kita punya kesepakatan bersama untuk menangani masalah ini di seluruh Indonesia, khususnya di enam provinsi yang paling rawan kebakaran hutan dan lahan." kata dia.



Pewarta: Sean Filo Muhamad
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026