Jakarta (ANTARA) - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (BAKTI Kemkomdigi) menyebutkan di 2026 pemanfaatan Satelit Republik Indonesia (SATRIA 1) paling banyak melayani sektor pendidikan.
Dari 31.803 lokasi yang konektivitasnya dihadirkan oleh SATRIA 1, BAKTI Kemkomdigi mencatat hingga 5 Juni 2026 ada sebanyak 21.718 lokasi atau 68,16 persen titik layanan akses yang berasal dari sektor pendidikan.
"Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal, pendidikan memang menjadi prioritas utama pemanfaatan kapasitas SATRIA 1 karena konektivitas merupakan fondasi bagi pemerataan kualitas layanan pendidikan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," kata Direktur Utama BAKTI Kemkomdigi Fadhillah Mathar kepada ANTARA, Kamis.
Tidak hanya layanan berupa konektivitas, BAKTI juga aktif membangun edukasi berupa literasi digital memperkuat komitmen mencerdaskan anak bangsa lewat sektor pendidikan.
Baca juga: BAKTI Kemkomdigi sebut 30.017 titik lokasi di Indonesia terhubung satelit SATRIA-1
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, fokus layanan BAKTI adalah meningkatkan kualitas layanan tak terkecuali membangun kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan konektivitas digital secara optimal.
Fadhillah yang akrab disapa Indah itu mengatakan literasi digital yang dilakukan oleh BAKTI tentunya sejalan dengan kerangka besar program literasi digital Kemkomdigi namun fokus penerima layanannya lebih spesifik karena menargetkan kelompok-kelompok rentan di daerah 3T seperti pelajar, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), petani, hingga nelayan.
Membahas capaiannya, Indah menyebut sepanjang 2025 BAKTI telah berhasil memberikan literasi digital kepada 18 kelompok masyarakat dengan total peserta 21.160 orang dari target awal 15 kelompok masyarakat.
Baca juga: Kemkomdigi: Pendampingan orang tua penting saat anak menggunakan teknologi
Ke depannya BAKTI berkomitmen untuk bersinergi serta aktif berkoordinasi dengan Kemkomdigi sehingga setiap programnya bisa berjalan tepat sasaran.
"Dalam program-program literasi digital, BAKTI memiliki sinergi dan koordinasi yang kuat dalam kerangka besar Kementerian Komunikasi dan Digital," kata Indah.
Selain sektor pendidikan, SATRIA 1 juga melayani fasilitas layanan publik lainnya. Titik terbanyak kedua yang dilayani satelit pertama milik negara ini banyak melayani kantor pemerintahan dengan total layanan mencapai 6.353 lokasi atau 19,94 persen.
Layanan kesehatan juga tak luput diberi dukungan dengan ketersediaan konektivitas menjangkau 1880 lokasi atau 5.9 persen. SATRIA 1 juga hadir untuk fasilitas pertahanan dan keamanan dengan menjangkau 528 lokasi, pusat kegiatan masyarakat 488 lokasi, tempat ibadah 437 lokasi.
Sisa titik lainnya berjumlah 399 titik merupakan layanan yang tersedia untuk sektor pariwisata, pelayanan usaha, dan transportasi publik.
Baca juga: Kemkomdigi jamin keamanan data masyarakat yang lakukan registrasi biometrik nomor HP baru
SATRIA 1 diluncurkan pada 2023 dan mulai beroperasi sejak 2024, merupakan satelit dengan kapasitas terbesar di Asia dengan total kapasitas transmisi 150 Gbps dan menggunakan teknologi very high-throughput satellite (VHTS) di frekuensi Ka-Band.
SATRIA 1 adalah proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), dengan total investasi sekitar Rp6,42 triliun dan skema build-operate-transfer (BOT).
Infrastruktur pendukung SATRIA 1 dilengkapi dengan 11 gateway yang tersebar di Batam, Pontianak, Banjarmasin, Cikarang, Manado, Ambon, Kupang, Manokwari, Timika, Jayapura, dan Tarakan. Gateway ini berfungsi sebagai penghubung utama antara satelit dan jaringan internet nasional.
Pewarta: Livia KristiantiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.