Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengandalkan program Desa Siaga Tuberkulosis (TB) untuk mempercepat pencapaian target eliminasi tuberkulosis melalui peningkatan deteksi dini dan pendampingan pasien hingga tingkat desa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika di Cibinong, Rabu, mengatakan program Desa Siaga TB terbukti efektif meningkatkan penemuan dan penanganan kasus penyakit menular tersebut di wilayah Kabupaten Bogor.

"Karena wilayah Kabupaten Bogor sangat luas, kami membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan Desa Siaga TB yang terbukti mampu meningkatkan capaian penemuan dan penanganan kasus," ujar Ajat.

Baca juga: Kabupaten Bogor jadi pilot project nasional percepatan eliminasi tuberkulosis
Baca juga: Pemkab Bogor maksimalkan peran rumah sakit wujudkan daerah bebas TBC

Ia menjelaskan, Kabupaten Bogor memiliki tantangan tersendiri dalam pengendalian Tb karena luas wilayahnya hampir lima kali lebih besar dibandingkan DKI Jakarta. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah melibatkan masyarakat secara lebih aktif melalui program Desa Siaga TB.

Menurut Ajat, pada 2025 program Desa Siaga TB telah diterapkan di sekitar 103 desa. Program tersebut melibatkan masyarakat dalam proses deteksi dini, edukasi kesehatan, hingga pendampingan pasien selama menjalani pengobatan.

Hasilnya, capaian target penemuan dan penanganan kasus Tb di desa-desa tersebut mendekati 100 persen.

Melihat hasil tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana memperluas cakupan program pada 2026. Targetnya, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor telah memiliki Desa atau Kelurahan Siaga TB pada 2027.

Baca juga: Pemkab Bogor bersama USAID optimalkan peran kader desa cegah penularan TBC

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran penanganan TB sekitar Rp16 miliar pada 2025. Penanganan dilakukan melalui dukungan jaringan layanan kesehatan yang terdiri atas rumah sakit daerah, Rumah Sakit Paru di kawasan Puncak, 101 puskesmas, 93 puskesmas pembantu, sekitar 26 rumah sakit swasta, serta 150 klinik.

Ajat menambahkan, komitmen pemerintah daerah dalam sektor kesehatan juga diwujudkan melalui penerapan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen dengan dukungan anggaran lebih dari Rp1 triliun per tahun.

"Harapan Bupati Bogor, masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Bogor tidak mengalami kesulitan ketika mengakses fasilitas kesehatan. Karena itu, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam penganggaran daerah," katanya.

Menurut dia, dukungan pemerintah pusat tetap diperlukan mengingat tingginya mobilitas masyarakat Kabupaten Bogor dan luasnya cakupan wilayah yang membutuhkan intervensi berkelanjutan, termasuk melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk program penanggulangan TB.

Pemkab Bogor optimistis perluasan Desa Siaga TB dan penguatan layanan kesehatan dapat mempercepat pencapaian target eliminasi tuberkulosis sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026