Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rapat terbatas bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di kediaman pribadi Presiden RI, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu sore.

Di tempat yang sama, Rabu sore, Presiden juga rapat dengan Tim Pengawas (Timwas Haji) beserta Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Beliau (Presiden) ingin mendapatkan update juga, memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Sekali lagi, ini berkenaan dengan masalah persiapan pengawakan sumber daya manusia kita, yang beberapa sudah berjalan proses-proses pendidikan maupun latihan dan juga update mengenai beberapa kerja sama yang berkaitan dengan tempo hari kami sampaikan, berkenaan dengan masalah teknologi dan mineral kritis atau logam tanah jarang (rare earth)," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di area gerbang utama Padepokan Garuda Yaksa, Rabu.

Baca juga: Presiden bentuk Badan Industri Mineral yang dipimpin Mendiktisaintek

Di Hambalang pada Rabu hari ini, Mensesneg, yang juga Juru Bicara Presiden RI, mengikuti beberapa pertemuan dan rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo, termasuk yang berkaitan dengan mineral tanah jarang.

Brian, yang dipanggil untuk memberikan laporan terbaru mengenai perkembangan kerja sama-kerja sama terkait mineral tanah jarang itu, saat ini juga aktif menjabat sebagai Kepala Badan Industri Mineral.

Logam tanah jarang (LTJ) atau mineral tanah jarang (rare earths/REEs) merupakan komoditas strategis yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri pertahanan, misalnya seperti mesin pesawat tempur, sistem senjata rudal, ataupun mesin pesawat terbang komersial.

Baca juga: Mendiktisaintek sebut Prabowo sebagai presiden paling sering kunjungi ITB

LTJ juga saat ini banyak digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi komponen-komponen elektronika, di antaranya seperti alat pendeteksi bawah laut, pertahanan antirudal, alat pelacak, perangkat-perangkat komunikasi, dan pembangkit energi pada satelit.

Dalam sejumlah pertemuannya dengan pemimpin negara-negara sahabat dan komunitas bisnis di luar negeri, Presiden Prabowo mengundang secara terbuka investasi asing untuk eksplorasi dan pengolahan mineral tanah jarang di Indonesia.



Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026