Depok (ANTARA) - PT Pos Properti Indonesia, anak perusahaan PT Pos Indonesia (Persero) mengoptimalkan aset-aset induknya, dengan menghidupkan aset strategis seluas 195 meter persegi di Pondok Kopi Jakarta Timur sebagai ruang komersial.
“Kolaborasi dengan FamilyMart di Pondok Kopi merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan aset yang benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Antusiasme mitra seperti FamilyMart membuktikan bahwa lokasi-lokasi aset kami memang strategis dan diminati. Kami terbuka untuk kolaborasi serupa di titik-titik lainnya,"ujar Aldhita Prayudhiputra, Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia dalam keterangannya, Rabu.
Dengan lebih dari 2.900 titik aset strategis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, perusahaan terus bergerak mengubah properti yang selama ini belum bekerja secara optimal menjadi ruang-ruang produktif yang memberi manfaat bagi bisnis maupun masyarakat sekitarnya.
Langkah terbaru perusahan dalam menggerakkan pendapatan perusahaan adalah menggandeng FamilyMart, jaringan convenience store dengan lebih dari 23.000 gerai di seluruh dunia, untuk menempati ruang komersial seluas 195 m² di kawasan Pondok Kopi.
Kolaborasi ini menjadi salah satu bukti konkret bagaimana aset negara bisa diaktifkan menjadi titik layanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Apa yang membuat aset yang dioptimalisasikan Pos Properti Indonesia begitu menarik bagi pelaku ritel kelas dunia seperti FamilyMart? Dalam lanskap ritel yang terus berubah, tiga karakteristik ini menjadikan aset Pos Indonesia tetap relevan dan diminati sebagai lokasi bisnis, di antaranya Pertama, jaringan yang masif dan merata.
Dengan lebih dari 2900 titik aset yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, dari pusat kota metropolitan hingga ibu kota kabupaten, aset-aset ini memiliki jangkauan geografis yang menjadi impian setiap peritel di pasar Indonesia.
Kedua, lokasi yang sudah terbukti strategis. Kantor-kantor Pos secara historis dibangun di jantung aktivitas masyarakat yaitu pusat kota, persimpangan utama, kawasan padat penduduk, hingga daerah pelosok. Bagi peritel modern, lokasi tersebut sangat diminati.
Ketiga, aksesibilitas dan visibilitas tinggi. Mayoritas aset berada di tepi jalan utama dengan lalu lintas pejalan kaki dan kendaraan yang ramai, serta mudah dijangkau transportasi publik.
Faktor-faktor ini adalah prasyarat utama yang dicari bisnis ritel, kuliner, maupun jasa dalam menentukan lokasi ekspansi.
FamilyMart sendiri didirikan di Jepang pada 1973 dan kini mengoperasikan lebih dari 23.000 gerai di berbagai negara.
Di Indonesia, jaringan ini beroperasi sejak 2012 di bawah pengelolaan PT Fajar Mitra Indah (Wings Group) dan telah memiliki lebih dari 500 gerai yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, Bali, dan sekitarnya.
FamilyMart dikenal dengan standar layanan tinggi, produknya termasuk ready-to-eat berkualitas, serta konsep gerai yang bersih dan ramah pengunjung.
Data Bank Indonesia per April 2026 mencatat penjualan ritel nasional turun 3,7 persen secara tahunan, penurunan pertama dalam setahun terakhir, hal ini dipicu tekanan daya beli akibat kenaikan harga bahan bakar non-subsidi.
Namun justru di sinilah relevansi kolaborasi ini yaitu ketika konsumen memperketat anggaran, mereka tidak berhenti berbelanja namun mereka bergeser ke yang lebih dekat dan lebih efisien.
Convenience store di lokasi yang benar-benar dekat dengan masyarakat adalah jawaban atas pergeseran itu.
Kehadirannya di lokasi aset Pos Indonesia yang dikelola oleh Pos Properti Indonesia memperkuat ekosistem ritel di kawasan tersebut sekaligus meningkatkan nilai komersial area sekitarnya. Dengan 2.900 aset yang tersebar di seluruh Indonesia, Pos Properti Indonesia membuka peluang kolaborasi bagi UMKM, ritel, kuliner, layanan kesehatan, pendidikan, hingga keuangan.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.