Jakara (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan berbagai bantuan telah disalurkan kepada korban gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo di Sulawesi Tengah.
"Tentu tim sudah di lapangan, kami di bawah koordinasi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu.
Kementerian Sosial, jelas dia, akan membantu logistik yang dibutuhkan korban, termasuk membuat tenda-tenda darurat hingga dapur umum. Pemberian bantuan bekerja sama dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
"Sampai sekarang, Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan pilar-pilar sosial Kementerian Sosial berada di lapangan bersama dengan pemda untuk melakukan pendataan, memberikan bantuan, dan dukungan yang diperlukan pada masa-masa kedaruratan ini," ucapnya.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BNPB melaporkan gempa bumi 6,7 magnitudo yang terjadi pada Selasa (16/6) itu berdampak signifikan di sejumlah wilayah.
Dampak terparah di Kabupaten Sigi, sedikitnya 1.074 unit rumah rusak ringan, 110 unit rumah rusak sedang, 30 unit rumah rusak berat, serta kerusakan pada 33 fasilitas ibadah, empat perkantoran, dua sekolah, dan satu jembatan.
Sementara itu, dampak kerusakan di Kota Palu terdata menimpa 20 unit rumah warga, satu fasilitas umum, satu tempat usaha, serta satu jembatan yang mengalami keretakan struktur pada titik persambungan namun masih bisa dilewati secara terbatas.
Untuk wilayah Kabupaten Poso, gempa merusak lima unit rumah warga dengan rincian tiga unit rusak ringan dan dua lainnya masih dalam asesmen, di samping adanya laporan mengenai satu ruas jalan desa yang mengalami keretakan signifikan.
Selanjutnya, pendataan di Kabupaten Parigi Moutong mencatat sedikitnya 15 unit rumah warga mengalami kerusakan fisik. Kriteria keparahan strukturnya sejauh ini masih berada dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh petugas lapangan.
Pewarta: Fath Putra MulyaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.